Selasa, 16 April 2013

production & scm

Overview
Tujuan dari production planning adalah untuk membuat penjadwalan produksi yang ekonomis dan efisien. Ada 3 metode umum yang digunakan dalam produksi:
  1. Make-to-stock items: produksi yang dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan stok di gudang dalam rangka mengantisipasi jika ada pemesanan sewaktu-waktu
  2. Make-to-order items: produksi yang dilakukan untuk memenuhi pesanan dari pelanggan
  3. Assemble-to-order items: produksi yang menggabungkan proses dari make-to-stock dan make-to-order
Proses yang ada di dalam Production Planning adalah:
1)     Sales Forecasting
Sales forecasting adalah proses peramalan penjualan yang dibuat oleh bagian Marketing berdasarkan data histori penjualan yang tersimpan di modul Sales and Distribution. Untuk di Fitter Snacker sendiri, forecasting dibuat dari data penjualan di tahun sebelumnya yang dikombinasikan dengan target keuntungan yang diambil dari modul Controlling. Output dari proses ini adalah sebuah peramalan penjualan secara aggregat batau keseluruhan untuk beberapa bulan ke depan.
2)     Sales and Operations Planning
Selanjutnya, setelah sistem SAP ERP menghasilkan sebuah peramalan penjualan, planner dapat melihat hasilnya dalam bentuk grafik. Peramalan ini biasanya dibuat untuk sebuah kelompok produk. Sehingga pada proses ini, data dipisah berdasarkan tipe-tipe produk yang ada di dalam kelompok tersebut.
Output dari proses Sales and Operations Planning ini adalah sebuah perencanaan produksi yang didesain untuk menyeimbangkan permintaan pasar dengan kapasitas produk, berupa sebuah Stock/Requirement List untuk setiap tipe produk.
3)     Demand Management
Demand Management menghubungkan Sales and Operations Planning dengan proses Detailed Scheduling dan Material Requirements Planning (MRP). Outputnya berupa sebuah Master Production Schedules (MPS).
  1. Detailed Scheduling
Dari perencanaan setiap tipe produk yang masih berinterval bulanan tadi, didetailkan lagi menjadi sebuah perancanaan produksi harian. Perencanaan didetailkan berdasarkan kapasitas mesin dan tenaga kerja yang tersedia. Fitter Snacker sendiri menggunakan sistem repetitive manufacturing dimana jika produksi sebuah produk selesai akan berpindah pada produk lain yang mirip.
  1. Material Requirement Planning (MRP)
Pada proses ini, dibuat daftar bahan baku yang diperlukan untuk proses produksi. Dari data tersebut dibuatlah rencana pemesanan bahan baku serta requested delivery dates-nya. Pada daftar tersebut terdapat 3 jenis status untuk material/bahan baku yaitu: Planned orders, Purchase requisitions, dan Purchase order.
Daftar perencanaan yang dihasilkan oleh MRP akan digunakan oleh bagian Purchasing untuk menentukan supplier mana yang akan digunakan. Jika sudah fix, maka dibuat sebuah purchase order yang dikirimkan ke supplier melalui fax ataupun internet.
Kemudian supplier akan mengirimkan material/bahan baku pada tanggal yang telah disepakati dan akan diterima oleh pihak Production. Lalu setelah semua tersedia, dilakukan proses manufaktur dari bahan baku hingga menjadi sebuah produk jadi.

1 komentar:

  1. merkur 25c review | merit casino
    Merkur 25c is an excellent option to get the best deal from the best online 메리트카지노 This kadangpintar Merkur 25C, also known as 바카라 Merkur Safety Razors is made for

    BalasHapus