Rabu, 15 Mei 2013

Agregat planning

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 1
PERENCANAAN AGREGAT
Agregate Planning (AP)
A Arti penting perencanaan agregat
Perencanaan produksi merupakan kegiatan yang sangat penting dari seluruh kegiatan
produksi suatu perusahaan. Untuk perusahaan yang memproduksi banyak item produk,
maka perencanaan akan menjadi lebih rumit. Untuk itu dibuat suatu perencanaan
produksi aggregate. Dalam berproduksi perusahaan memiliki tujuan-tujuan yang ingin
dicapai, dimana tujuan-tujuan tersebut sering tidak sejalan antara satu dengan lainnya.
Oleh karena itu perlu dibuat suatu perencanaan produksi yang dapat
mengakomodasikan tujuan-tujuan tersebut dengan baik. Model goal programming dapat
digunakan untuk membuat rencana produksi aggregate yang mengakomodasi lebih dari
satu tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Peramalan permintaan produk
merupakan input untuk perencanaan produksi aggregate. Dari perencanaan aggregate
kemudian dilanjutkan ke rencana bahan baku
Pertanyaan untuk PERUSAHAAN ROTI :
a. Kesuksesan produksi tergantung kepada???
b. Cara memasarkan bagaimana???
c. Kesuksesan produk tergantung pada apa??
Bagaimana dengan PERUSAHAAN BIMBEL?
a. Kesuksesan produksi tergantung kepada???
b. Cara memasarkan bagaimana???
c. Kesuksesan produk tergantung pada apa??
Perencanaan Agregat (Agregate Planning)
Aggregate Planning (AP) adalah suatu aktivitas operasional untuk menentukan jumlah
dan waktu produksi pada waktu dimasa yang akan datang.AP juga didefinisikan sebagai
usaha untuk menyamakan antara supply dan demand dari suatu produk atau jasa
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 2
dengan jalan menentukan jumlah dan waktu input, transformasi, dan output yang tepat.
Dimana keputusan AP dibuat untuk produksi, staffing, inventory, dan backorder level.
Disebut juga penjadwalan agregat (Scheduling agregate) yang merupakan penentuan
kuantitas dan waktu produksi pada jangka menengah, biasanya antara 3 hingga 18
bulan ke depan.
Jumlah yang produksi tergantung :
a. Tingkat tenaga kerja
b. Tingkat persediaan
c. Pekerja lembur dan
d. Sub-kontrak.
Tujuan
Tujuan dari AP adalah untuk meminimasi biaya akhir pada periode perencanaan dengan
mengatur : Production rates, Labor levels, Inventory levels, Overtime work,
Subcontracting, dan variabel yang terkontrol lainnya. Bisa dikatakan bahwa tujuan AP
pada dasarnya adalah membangkitkan (generate) suatu rencana produksi dalam
tingkatan top level production plans
Tujuan perencanaan agregat lebih spssifik adalah :
- memperkecil biaya pada periode perencanaan.
Hasil dari AP adalah tercapainya suatu rencana produksi yang menggunakan sumber
daya organisasi secara efektif untuk memenuhi demand yang telah diperkirakan.
Dalam perusahaan manufaktur, AP dihubungkan dengan strategi tujuan suatu
perencanaan untuk individual product (Master production Schedule / MPS).Sedangkan
pada perusahaan service / jasa. AP terkait dengan strategi untuk menghasilkan suatu
penjadwalan tenaga kerja yang terperinci.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 3
Dasar Proses Aggregate Planning
Dasar analisis dalam AP adalah hasil ramalan permintaan produk (Forecast) dan target
produksi perusahaan.Hasil ramalan permintaan merupakan input utama dalam proses
AP. Selain peramalan, semua input untuk permintaan produk juga harus dimasukkan
dalam proses AP, misalnya pesanan-pesanan aktual yang telah dijanjikan, kebutuhan
persediaan gudang, dan penyesuaian tingkat persediaan.
Target produksi ditentukan oleh top level business plan yang memperhatikan kapasitas
& kapabilitas perusahaan.
Keterlibatan manajemen puncak sangat diperlukan pada tahap perencanaan produksi,
khususnya perencanaan mengenai penentuan pabrikasi, pemasaran, dan
keuangannnya.
AP dikembangkan untuk merencanakan kebutuhan produksi bulanan atau triwulanan
bagi kelompok-kelompok produk sebagaimana yang telah diperkirakan dalam
peramalan permintaan.
Analisis dalam proses AP dilakukan dalam kelompok produk (product family) dengan
unit agregat, disamping itu proses AP juga melibatkan pemilihan srategi manufaktur
Dalam suatu ruang lingkup yang lebih luas lagi, peran AP adalah sebagai interface
antara perusahaan atau sistem manufaktur dan pasar produknya.
Hal yang diperlukan untuk perencanaan agregat :
- Menyamakan ukuran untuk produksi (produk banyak jenisnya)..
- Prediksi permintaan.
Proses Perencanaan :
- Perencanaan jangka panjang kemudian didistribusikan menjadi permintaan
jangka menengah dan akhirnya didistribusikan menjadi permintaan pendek.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 4
- Keputusan penjadwalan (Scheduling decision) adalah : membuat perencanaan
yang dapat menyesuaiakan produksi terhadap perubahan permintaan.
- Tanggung jawab terhadap perencanaan tersebut sebagai berikut :
o Eksekutif Puncak :
 Rencana jangka panjang (lebih dari 1 tahun)
 Penelitian dan pengembangan
 Rencana produk baru.
 Penanaman Modal
 Lokasi perluasan usaha
o Manajer Operasi : (3 hingga 18 bulan)
 Perencanaan penjualan
 Perencanaan produksi dan anggaran
 Penentuan tingkat ketenagakerjaan, persediaan dan subkontrak
 Menganalisis rencana operasi

o Manajer Operasi / para penyelia dan mandor : (hingga 3 bulan)
 Penugasan pekerjaan
 Pemesanan
 Penjadwalan kerja
 Lembur
 Bantuan paruh waktu.
Strategi Aggregate Planning
Secara garis besar ada 4 jenis strategi yang dapat dipilih dalam membuat AP.
1) Capacity options
2) Demand options
3) Pure strategies
4) Mixed strategies
Capacity options
Strategi Capacity Options menggunakan besar kapasitas produksi sebagai pilihan untuk
membuat AP tergantung seberapa besar kapasitas produksi yang diinginkan. Strategi
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 5
Capacity Options dapat dijalankan dengan beberapa metode sebagai berikut :
• Mengubah-ubah tingkat inventory (level production)
• Mengubah-ubah ukuran tenaga kerja: hiring/lay off (chase strategy)
Chase Strategy diartikan juga sebagai suatu strategi perencanaan dalam AP dengan
jalan melakukan penyesuaian kapasitas terhadap demand; perencanaan output untuk
suatu periode dibuat sesuai dengan permintaan yang diperkirakan pada periode
tersebut.
• Mengubah-ubah production rate: over time/under time
• Menggunakan part time workers
Demand options
Dengan adanya jumlah permintaan (demand) yang stabil, maka proses perencanaan
produksi akan lebih mudah dilakukan. Perusahaan akan lebih siap dalam menyusun
kebutuhan material dan tenaga kerja yang harus disiapkan untuk memenuhi kapasitas
produksi sesuai dengan demand yang telah ditentukan sebelumnya.
Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk strategi demand options :
• Mempengaruhi demand: advertensi, promosi, personal selling, discount, diskriminasi
harga
• Backordering : Membuat agar pelanggan setuju untuk menunggu pengiriman pesanan
berikutnya jika terjadi kondisi dimana perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan
pelanggan dari persediaan yang ada.
Pure strategy
• Bila yang diubah-ubah hanya satu variabel.
Variabel disini adalah variabel-variabel dalam perencanaan produksi yang bisa dikontrol
dan ditentukan sesuai dengan target produksi yang ditetapkan oleh top level business
plan. Ada beberapa variabel yang dapat kita ubah, yang sering disebut dengan
controllable (decision) variable.
Controllable (decision) variable :
• Inventory
• Production rate
• Manpower
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 6
• Kapasitas: over time/recruitment/layoff (tenaga kerja/work force)
• Subcontract
Mixed strategy
• Melibatkan pengubahan beberapa variabel, misalnya bila pure
strategy tidak feasible. Beberapa kombinasi pengubahan dari beberapa contollable
(decision) variable bisa menghasilkan suatu strategi AP yang terbaik dan feasible untuk
dijalankan.
Relevant cost
Berikut ini beberapa jenis biaya / cost yang berhubungan dengan perencanaan Aggreate
Planning :
• Hiring/layoff cost (biaya penambahan/pemberhentian tenaga kerja)
• Overtime/under time cost (biaya lembur/ongkos menganggur)
• Inventory carrying cost (biaya Persediaan)
• Subcontracting incremental cost (biaya Subkontrak)
• Part time labor cost (biaya kerja paruh waktu)
• Backorder cost (biaya yang terjadi akibat permintaan pelanggan tidak dapat dipenuhi
dari persediaan yang ada dan pelanggan menyetujui untuk menunggu pengiriman
pesanan berikutnya)
• Stock out cost (biaya kekurangan stok/persediaan)
Issues to Consider in Aggregate Planning
Dalam proses pembuatan AP, ada beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan.
Berikut ini adalah beberapa pokok persoalan penting yang perlu dijadikan pertimbangan
dalam merancang suatu AP.
Production Workforce Inventory
Capacity Minimum level Minimum level
Demand Maximum level Maximum level
Material cost Subcontracting Holding cost
Labor cost Overtime
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 7
Overhead
cost
Hiring cost
Service level Firing/layoff costs
Metode Aggregate Planning
Dalam proses AP ada beberapa metode yang bisa digunakan yang diantaranya sebagai
berikut :
1. Trial & Error (Charting/graphical methods)
 Pure Strategy
 Mixed Strategy
2. Mathematical (optimal) approach:
 Simulation
 Linear Progamming Model
 Transportation Model
 Management Coefficient Approach / Empirical Approach.
STRATEGI PERMINTAAN AGREGAT
Hal yang dipertimbangkan:
a. Perlukan persediaan pengaman?
b. Apakah perlu variasi jumlah tenaga kerja?
c. Perlukan pekerja paruh waktu atau lembur
d. Perluka sub-kontraktor
e. Perlukan harga dan faktor lain diubah???
Perencanaan agregat dalam dunia nyata melibatkan banyak trial dan error :
Ada berbagai pilihan startegi :
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 8
1. Pilihan kapasitas:
a. Mengubah tingkat persediaan
b. Meragamkan jumlah tenaga kerja dengan cara mengkaryakan dan
memberhentikan
c. Meragamkan tingkat produksi melalui lembur dan waktu kosong
d. Subkontrak
e. Penggunaan karyawan paruh waktu
2. Pilihan permintaan :
a. Meningkatkan permintaan
b. Tunggakan permintaan selama periode permintaan tinggi
c. Perpaduan produk dan jasa yang conterseasional (pemanas-pendingin)
3. Pilihan campuran :
a. Strategi perburuan : ada penambahan tenaga kerja, lembur,
pemberhentian senmentara atau subkontrak.
b. Strategi bertingkat : produksi stabil dari waktu ke waktu.
METODE PERENCANAAN AGREGAT :
Bulan Perkiraan
permintaan
Jumlah hari kerja
(hari)
Produksi per hari
(perhitungan)
Januari 900 unit 22 hari
Pebruari 700 unit 18
Maret 800 unit 21
April 1.200 unit 21
Mei 1.500 unit 22
Juni 1.100 unit 20
JUMLAH 6.200 unit 124
Data lain yang tersedia :
Biaya penanganan persediaan $ 5 per unit per bulan
Biaya sub kontrak per unit $ 10 per unit
Tingkat upah rata-rata $ 5 per jam ($ 40 per hari)
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 9
Upah lembur rata-rata $ 7 per jam (diatas 8 jam per hari)
Jam kerja untuk menghasilkan 1 unit $ 1, 6 jam per unit
Biaya untuk meningkatkan tingkat produksi harian $ 300 per unit
Biaya untuk menurunkan tingkat produksi harian $ 600 per unit
Rencana 1 : PRODUKSI 50 UNIT PER HARI
Berapa permintaan rata-rata per hari? ... . unit
Tenaga kerja untuk memproduksi 50 unit per hari ? ..... pekerja.
BULAN Produksi
50 unit per hari
Prediksi
permintaan
Perubahan
persediaan
bulanan
Persediaan
akhir
Januari 900 unit
Pebruari 700 unit
Maret 800 unit
April 1.200 unit
Mei 1.500 unit
Juni 1.100 unit
JUMLAH 6.200 unit
Rencana 2 : jumlah karyawan diminimumkan dan sisanya dihitung karyawan paruh
waktu. Produksi per hari minimum = ...38 ....unit
Jumlah karyawan = .............orang
Rencana 3 : Rencana produksi sama dengan permintaan, sisanya rekrut dan PHK?
Rencana 4 : Rencana produksi dengan 8 orang karyawan dan sisanya dipenuhi dengan
lembur?
Contoh : hasil riset tentang perencanaan agregat
PT. Sumbertaman Keramika Industri adalah pabrik keramik yang memproduksi tempat
air, rooster, tempat sabun dan tempat sayur. Salah satu masalah yang cukup rumit
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 10
dihadapi oleh perusahaan adalah kesulitan dalam menentukan dengan cukup baik
komposisi jumlah dan jenis produk yang harus di proses pada oven, karena kapasitas
oven yang dimiliki hanya dapat menampung 40 kereta dan setiap produk memiliki
dimensi yang berbeda. Untuk itu perlu dibuat perencanaan produksi agregat sehingga
diperoleh komposisi jumlah dan jenis produk yang akan memaksimalkan keuntungan.
Perencanaan produksi agregat di PT. Sumbertaman Keramika Industri diawali dengan
pembuatan model dasar berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dan kendala yang
terdapat pada perusahaan dalam perencanaan produksinya. Model ini kemudian
dimasukkan nilai-nilai parameter yang berkaitan, maka diperoleh model matematis
perencanaan produksi agregat. Model matematis perencanaan produksi agregat ini
diselesaikan dengan paket LP. LINDO. Hasil pengolahan berdasarkan LP. LINDO pada
perencanaan produksi agregat untuk 3 bulan periode perencanaan diketahui jumlah dan
jenis produk yang akan memaksimumkan keuntungan. Bulan Januari 2002 tempat air
15366 unit, rooster 16624 unit, tempat sabun 27891 unit, dan tempat sayur 10151 unit.
Bulan Februari 2002 , tempat air 10295 unit, rooster 19015 unit tempat sabun 31232
unit, dan tempat sayur 10151 unit. Bulan Maret 2002 tempat air 4554 unit, rooster 23626
unit, tempat sabun 47201, dan tempat sayur 14772 unit.
--pr--

Senin, 13 Mei 2013

akun

Konsep dalam Enterprise Resource Planning? Edisi KetigaBab LimaAkuntansi dalam Sistem ERPTujuanSetelah menyelesaikan bab ini, Anda akan dapat:Jelaskan perbedaan antara akuntansi keuangan dan manajerialMengidentifikasi dan menjelaskan masalah-masalah yang berkaitan dengan akuntansi dan pelaporan keuangan dalam sistem informasi yang tidak terintegrasiJelaskan bagaimana sistem ERP dapat membantu memecahkan masalah keuangan akuntansi dan pelaporan dalam sistem yang tidak terintegrasiTujuan (lanjutan).Jelaskan bagaimana skandal Enron dan Sarbanes-Oxley Act telah mempengaruhi sistem informasi akuntansiJelaskan manfaat akuntansi dan manajemen pelaporan yang diperoleh dari memiliki sistem ERPPengantarDalam bab ini, Anda akan belajar tentang kegiatan di daerah fungsional AkuntansiAkuntansi terintegrasi dengan semua bidang fungsional lainnyaKegiatan akuntansi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan
Kegiatan AkuntansiBidang akuntansi:Akuntansi keuanganAkuntansi manajerialAkuntansi keuanganMendokumentasikan semua transaksi perusahaan yang berdampak pada kondisi keuangan perusahaanMenggunakan transaksi didokumentasikan untuk membuat laporan untuk pihak eksternal dan lembagaLaporan, atau laporan keuangan, harus mengikuti aturan yang ditentukan dan pedoman berbagai instansiKegiatan Akuntansi (lanjutan).Laporan keuangan yang umum: neraca dan laporan laba rugiNeraca keuanganPernyataan yang menunjukkan saldo rekening seperti:Kas diadakanJumlah yang terhutang kepada perusahaan oleh pelangganBiaya bahan baku dan persediaan barang jadi-Aset jangka panjang seperti bangunanJumlah yang terhutang kepada vendor, bank, dan kreditur lainnyaJumlah pemilik telah berinvestasi di perusahaan
Kegiatan Akuntansi (lanjutan).Laporan laba rugiLaba rugi (P & L) pernyataanMenunjukkan penjualan perusahaan, biaya penjualan, dan laba atau rugi untuk jangka waktu tertentu (biasanya seperempat atau tahun)Sistem informasi yang terintegrasi menyederhanakan proses tutup buku dan menyiapkan laporan keuanganManajerial akuntansi: menentukan biaya dan profitabilitas kegiatan perusahaan

Menggunakan ERP untuk Informasi AkuntansiMasalah yang terkait dengan sistem yang tidak terintegrasiBerbagi data biasanya tidak terjadi secara real timeData Akuntansi yang sering keluar dari tanggalPersonil akuntansi harus melakukan penelitian yang signifikanSistem ERP, dengan database yang terpusat, menghindari masalah iniDalam akuntansi tradisional, rekening perusahaan disimpan dalam catatan yang disebut buku besarMenggunakan ERP Informasi Akuntansi (lanjutan).Dalam sistem ERP SAP, input ke buku besar terjadi bersamaan dengan transaksi bisnisBanyak modul SAP ERP menyebabkan data transaksi yang akan dimasukkan ke buku besar, termasuk:Penjualan dan Distribusi (SD)Manajemen Material (MM)Akuntansi Keuangan (FI)Mengontrol (CO)Sumber Daya Manusia (SDM)Asset Management (AM)
Pengambilan Keputusan Operasional Masalah: Manajemen KreditSistem informasi yang tidak terintegrasiOut-of-date atau data akuntansi tidak akurat dapat menyebabkan masalah ketika sebuah perusahaan membuat keputusan operasionalManajemen kredit industriProsedur manajemen kredit bugar Snacker iniManajemen kredit dalam SAP ERPManajemen Kredit IndustriManajemen kredit memerlukan keseimbangan yang baik antara:Pemberian kredit yang cukup untuk mendukung penjualan danMemastikan bahwa perusahaan tidak kehilangan terlalu banyak uangMenetapkan batas pada berapa banyak uang pelanggan dapat berutang pada satu waktuPemantauan batas itu sebagai perintah datang dan pembayaran diterimaIndustri Manajemen Kredit (lanjutan).Perwakilan penjualan harus mampu untuk meninjau sebuah account up-to-date saldo piutang saat pesanan datangMasalah timbul jika Pemasaran dan Akuntansi telah terintegrasinya sistem informasiKurang dari kerja sama penuh pada updateMasalah seharusnya tidak muncul dengan sistem informasi yang terintegrasiPiutang segera diperbarui
Prosedur Manajemen Kredit bugar Snacker iniFS petugas penjualan mengacu pada hasil cetak mingguan saldo saat ini pelanggan dan batas kredit untuk melihat apakah kredit harus diberikanData penjualan dipindahkan ke Akuntansi oleh disk yang tiga kali semingguPetugas akuntansi dapat menggunakan input penjualan untuk mempersiapkan faktur pelangganAkuntansi harus membuat penyesuaian untuk pengiriman parsial sebelum menyiapkan fakturPanitera Akuntansi memproses pembayaran pelangganManajemen Kredit SAP ERPSAP ERP akan memungkinkan FS untuk menetapkan batas kredit untuk setiap nasabahPerusahaan dapat mengkonfigurasi sejumlah pilihan kredit-cek di sistem ERP SAPKeuntungan menggunakan SAP ERP untuk mengelola kreditProses otomatisData tersedia secara real time

Analisis Profitabilitas ProdukManajer bisnis menggunakan data akuntansi untuk melakukan analisis profitabilitas perusahaan dan produk-produknyaBila data tidak akurat atau tidak lengkap, analisis yang cacatAlasan utama untuk data yang tidak akurat atau tidak lengkapPencatatan konsistenPersediaan tidak akurat sistem penetapan biayaMasalah konsolidasi data dari anak perusahaanPencatatan konsistenSetiap divisi pemasaran FS yang menyimpan catatan sendiri dan melacak data penjualan yang berbedaCatatan kertas mungkin tidak akurat atau hilang, sehingga validitas laporan akhir dipertanyakanTanpa sistem informasi yang terintegrasi, akuntansi dan pelaporan kepada manajemen membutuhkan:Bekerja di sekitar keterbatasan sistem informasi untuk menghasilkan output yang bergunaSistem ERP meminimalkan atau menghilangkan masalah iniAkurat Inventarisasi Sistem BiayaBenar menghitung biaya persediaanSalah satu tugas akuntansi yang paling penting dan menantang dalam setiap perusahaan manufakturBiaya persediaan latar belakang akuntansiBiaya Diproduksi item memiliki tiga unsur:Biaya bahan bakuBiaya tenaga kerja yang dipekerjakan secara langsung dalam produksi barangOverhead: semua biaya lainnyaAkurat Kalkulasi Biaya Persediaan Systems (lanjutan).Biaya persediaan latar belakang akuntansi (lanjutan).Biaya langsung: bahan dan tenaga kerjaDapat diperkirakan dengan cukup akuratBiaya tidak langsung: item biaya overheadSulit untuk mengasosiasikan dengan produk tertentu (s)Biaya standar untuk produk ditetapkan oleh:Mempelajari pola perolehan langsung dan tidak langsungDengan mempertimbangkan efek dari perubahan manufaktur saat iniBiaya varians: perbedaan antara biaya aktual dan biaya standarAkurat Kalkulasi Biaya Persediaan Systems (lanjutan).ERP dan akuntansi biaya persediaanBanyak perusahaan dengan sistem akuntansi yang tidak terintegrasi menganalisis varians biaya mereka jarangSering kali, mereka tidak tahu berapa sebenarnya biaya untuk memproduksi satu unit produkJika FS memiliki sistem ERP, seluruh karyawan akan mencatat biaya dalam database perusahaan-lebar karena mereka terjadiKonfigurasi sistem ERP memungkinkan analis untuk melacak biaya menggunakan banyak basisAkurat Kalkulasi Biaya Persediaan Systems (lanjutan).Biaya produk contohMisalkan keinginan Snacker Fitter untuk memperbarui biaya standar untuk NRG-A barAnalisis biaya produk untuk NRG-Sebuah barAnalisis biaya produk dalam SAP ERPProduk varian biaya: metode untuk mengembangkan biaya produk dalam sistem ERPAkurat Kalkulasi Biaya Persediaan Systems (lanjutan).Berbasis aktivitas dan penetapan biaya ERPBerdasarkan aktivitas (ABC)Akuntan mengidentifikasi kegiatan yang berhubungan dengan generasi biaya overhead dan kemudian menyimpan catatan tentang biaya dan kegiatanABC membutuhkan lebih pembukuan daripada metode biaya tradisional



Perusahaan dengan Anak PerusahaanSaldo rekening untuk setiap entitas harus disusun dan diteruskan ke kantorLaporan laba rugi konsolidasi bagi perusahaan secara keseluruhan harus dibuatPenjabaran mata uangMasalah ketika penjabaran mata uang yang dibutuhkan untuk rekening anak perusahaan yangTransaksi antarTransaksi yang terjadi antara perusahaan dan anak merekaPelaporan Manajemen dengan Sistem ERPMenghasilkan laporan yang tepat untuk situasi yang tepat sering menantangTanpa sistem ERP, pekerjaan pelacakan semua angka yang perlu untuk pergi ke laporan adalah usaha monumentalDengan sistem ERP, sejumlah besar informasi yang tersedia untuk tujuan pelaporanArus Dokumen Layanan PelangganDengan sistem ERP, semua transaksi di semua bidang perusahaan mendapatkan diposting dalam database terpusatSetiap transaksi diposting di SAP ERP mendapat nomor dokumen yang unikMemungkinkan akses cepat ke dataDalam SAP ERP, nomor dokumen transaksi terkait terkait dalam databaseMenyediakan jejak audit elektronik
Arus Dokumen Customer Service (lanjutan).Built-In-Manajemen Pelaporan dan Analisis AlatMenyelenggarakan pembukuan dalam database umumKeuntungan menggunakan database adalah kemampuan untuk query catatan untuk:Menghasilkan laporan standarMenjawab pertanyaan ad hocSAP menyediakan data warehouse dalam setiap modul utamaData warehouse: repositori untuk data dari berbagai sumberThe Enron Collapse16 Oktober 2001: Enron adalah salah satu listrik terbesar di dunia dan pedagang gas alamMelaporkan $ 618.000.000 kerugian kuartal ketiga dan diungkapkan pengurangan $ 1,2 miliar pada ekuitasUS Securities and Exchange Commission (SEC) menyelidiki kemungkinan konflik kepentingan yang terkait dengan transaksi perusahaan dengan kemitraan yang dijalankan oleh CFO Fastow
The Enron Collapse (lanjutan).Volume kontrak keuangan jauh lebih besar daripada volume kontrak untuk benar-benar memberikan komoditasBeberapa kemitraan tersebut adalah palsu untuk menutupi miliaran dolar dalam utangLaporan keuangan Enron telah diaudit oleh Arthur Andersen, sebuah perusahaan akuntansi yang sangat dihormatiKaryawan Andersen di tim keterlibatan Enron diperintahkan untuk menghancurkan dokumentasi yang berkaitan dengan Enron

Hasil dari Skandal EnronPemegang Saham kehilangan sekitar $ 40 miliar dolarRibuan pekerja kehilangan pekerjaan mereka31 orang entah dibebankan atau mengaku bersalah atas tuduhan pidanaJuri dihukum kantor akuntan Arthur Andersen untuk keadilan menghalangi dengan menghancurkan dokumen EnronKongres AS meloloskan Sarbanes-Oxley Act of 2002Undang-undang ini dirancang untuk mencegah jenis penipuan dan penyalahgunaan yang menyebabkan kejatuhan EnronFitur utama dari Sarbanes-OxleyDirancang untuk mendorong akuntabilitas manajemen puncak di perusahaan yang diperdagangkan secara publik di Amerika SerikatJudul IXLaporan keuangan diajukan dengan Securities and Exchange Commission harus menyertakan pernyataan yang ditandatangani oleh chief executive officer dan chief financial officer, yang menyatakan bahwa laporan keuangan sesuai dengan peraturan SECFitur utama dari Sarbanes-Oxley Act (lanjutan).Judul IIIndependensi auditorBatas jasa non-audit yang auditor dapat memberikanJudul IVPersyaratan yang lebih ketat untuk pelaporan keuangan
Implikasi dari Sarbanes-Oxley Act untuk Sistem ERPUntuk memenuhi laporan kontrol ketentuan internal, sebuah perusahaan harus:Dokumen kontrol yang berada di tempatPastikan bahwa kontrol tidak tunduk pada kesalahan atau manipulasiPerusahaan dengan sistem ERP di tempat akan memiliki waktu lebih mudah sesuai dengan Sarbanes-Oxley Act daripada akan perusahaan tanpa ERP

PengarsipanSAP software ERP menawarkan sangat sedikit cara untuk menghapus itemData dihapus dari sistem SAP ERP hanya setelah mereka telah dicatat untuk media (backup tape, DVD-R) untuk penyimpanan permanenArsip: penyimpanan permanenSAP sistem ERP melacak ketika data yang dibuat atau berubahUbah RekamPengarsipan (lanjutan).Pengarsipan (lanjutan).Kuasa PenggunaSAP ERP memiliki alat administrasi pengguna canggih yang memungkinkan berbagai tingkat manajemen otorisasiMemastikan bahwa karyawan hanya dapat melakukan transaksi yang diperlukan untuk pekerjaan merekaProfil GeneratorMenyediakan metode sederhana untuk memilih fungsi yang pengguna harus diizinkan untuk melakukan


Grup ToleransiMenetapkan batasan ukuran transaksi karyawan dapat memprosesDalam sistem ERP SAP, ini dilakukan dengan menggunakan kelompok toleransiKelompok ToleransiBatas Preset pada kemampuan karyawan untuk posting transaksiMenetapkan batas nilai dolar untuk satu item dalam sebuah dokumen serta nilai total dokumen
Transparansi keuanganSistem ERP menyediakan kemampuan untuk menelusuri dari laporan ke sumber dokumen (transaksi) yang menciptakannyaMemudahkan auditor untuk mengkonfirmasi integritas laporanDengan sistem ERP dikonfigurasi dengan benar dan berhasil, ada hubungan langsung antara laporan keuangan perusahaan dan transaksi individual yang membentuk laporanPenipuan dan penyalahgunaan dapat dideteksi lebih mudah
Transparansi Keuangan (lanjutan).Transparansi Keuangan (lanjutan).RingkasanPerusahaan membutuhkan sistem akuntansi untuk mencatat transaksi dan menghasilkan laporan keuanganSistem informasi yang tidak terintegrasiData akuntansi mungkin tidak saat iniDapat menimbulkan masalah bagi perwakilan penjualan mencoba untuk membuat keputusan operasionalData dapat akuratDapat mempengaruhi pengambilan keputusan dan karena profitabilitas

Ringkasan (lanjutan).Tutup buku pada akhir periode akuntansi bisa sulit dengan tidak terintegrasi IS, tapi relatif mudah dengan terintegrasi ISTutup buku berarti zeroing keluar akun sementaraMenggunakan terpadu IS dan database umum untuk merekam data akuntansi memiliki manfaat penting persediaan akuntansi biayaDapat menyebabkan perhitungan biaya produk yang lebih akuratDapat membantu manajer menentukan produk yang menguntungkan dan mana yang tidakRingkasan (lanjutan).Penggunaan sistem yang terintegrasi dan database umum untuk merekam data akuntansi memiliki manfaat penting manajemen pelaporanBuilt-in drill-down dan alat query yang tersediaSarbanes-Oxley Act, 2002 US peraturan federalDitulis dan lulus di bangun dari Enron kolapsDipromosikan akuntabilitas manajemen dengan mengharuskan persetujuan keuangan tambahan dan pelaporanSistem ERP dapat membantu perusahaan memenuhi persyaratan undang-undaang ini

SDM

Konsep dalam Enterprise Resource Planning? Edisi KetigaBab EnamProses Sumber Daya Manusia dengan ERPTujuanSetelah menyelesaikan bab ini, Anda akan dapat:Jelaskan mengapa fungsi SDM sangat penting untuk keberhasilan suatu perusahaanJelaskan proses kunci dikelola oleh departemen Sumber Daya ManusiaJelaskan bagaimana sistem informasi yang terintegrasi dapat mendukung proses SDM yang efektif
PengantarManajemen modal manusia (HCM): tugas yang berkaitan dengan pengelolaan tenaga kerja perusahaanSumber Daya Manusia (SDM) departemen tanggung jawabMenarik, memilih, dan mempekerjakan karyawan baruMengkomunikasikan informasi mengenai posisi baru dan karyawanMemastikan pendidikan yang tepat, pelatihan, dan sertifikasi bagi karyawanPenanganan masalah yang berkaitan dengan perilaku karyawanMembuat karyawan paham tanggung jawab pekerjaanMenggunakan proses yang efektif untuk meninjau kinerja karyawan dan menentukan kenaikan gaji dan bonusMengelola gaji dan tunjangan bagi setiap karyawanPerubahan berkomunikasi dalam gaji, tunjangan, atau kebijakan kepada karyawanMendukung rencana pengelolaan perubahan organisasiMasalah dengan Proses Sumber Daya Manusia Fitter Snacker iniManajemen personalia bergantung pada catatan kertas dan sistem pengarsipan manualMenciptakan masalahInformasi ini tidak mudah diakses atau mudah untuk menganalisisProses MerekrutFitter Snacker (FS) memiliki tiga karyawan di divisi SDM nyaMasalah terjadi karena:Sejumlah besar proses HR (dari perekrutan dan pemberhentian untuk mengelola manfaat kesehatan)Kurangnya integrasi antara semua departemenJumlah orang dengan siapa berinteraksi HRAkurat, out-of-date, dan informasi yang tidak konsisten
Proses Merekrut (lanjutan).Masalah yang dapat timbul dalam proses perekrutan:Deskripsi kualifikasi yang dibutuhkan untuk pekerjaan mungkin tidak lengkap atau tidak akuratBentuk lowongan pekerjaan bisa hilang atau tidak diarahkan dengan benarDepartemen Sumber Daya Manusia tidak akan tahu bahwa posisi tersediaPengawas akan menganggap bahwa dokumen sedang dalam prosesPengajuan dan benar melacak resume dan aplikasi adalah sebuah tantangan di Fitter SnackerKarena data pemohon yang terus bentuk kertas
The Mewawancarai dan Mempekerjakan ProsesDi FS, departemen meminta mengembangkan daftar pendek calon berdasarkan data yang diberikan oleh HRDepartemen Sumber Daya Manusia:Kontak kandidat pada daftar pendekJadwal wawancaraMembuat file untuk masing-masing calonJika seorang kandidat menerima tawaran wawancara, HR membuat pengaturan untuk wawancaraSetelah wawancara awal, berkas HR update kandidat untuk menunjukkan apakah ia kemungkinan untuk menyewaThe Mewawancarai dan Mempekerjakan Proses (lanjutan).Wawancara kedua dapat dijadwalkanPerwakilan SDM dan pengawas departemen meminta memutuskan calon yang dapat diterima dan peringkat merekaHR orang membuat calon peringkat tertinggi tawaran pekerjaanPenerimaan tawaran pekerjaan oleh calon


The Mewawancarai dan Mempekerjakan Proses (lanjutan).Banyak masalah Fitter Snacker dalam wawancara dan mempekerjakan proses berurusan dengan arus informasi dan komunikasiSetelah calon menerima tawaran pekerjaan formal, Fitter Snacker menyewa sebuah perusahaan konsultan SDM untuk melakukan pemeriksaan latar belakangFitter Snacker sering memiliki masalah mendaftarkan karyawan baru dalam rencana manfaat yang benar dan membangun pemotongan gaji yang tepat

Tugas Sumber Daya Manusia setelah MempekerjakanDepartemen SDM harus menjaga baik, komunikasi terus-menerus dengan karyawan dan pengawas untuk memastikan karyawan tersebut berkinerja baikFitter Snacker isu evaluasi kinerja kepada karyawan baru dan saatDokumen evaluasi menjadi bagian dari berkas karyawan, dikelola oleh departemen SDMTugas Sumber Daya Manusia setelah Mempekerjakan (lanjutan).Tidak memiliki sistem informasi yang efektif membuat sulit bagi Fitter Snacker:Untuk mengelola semua data evaluasi kinerjaUntuk departemen HR untuk mengidentifikasi masalah dengan seorang karyawan dan mengambil tindakan korektifUntuk mempertahankan kontrol yang tepat dari informasi pribadi yang sensitifTugas Sumber Daya Manusia setelah Mempekerjakan (lanjutan).Tugas Sumber Daya Manusia setelah Mempekerjakan (lanjutan).Perputaran karyawan bisa menjadi masalah yang signifikanBiaya yang berkaitan dengan perekrutan dan pelatihan karyawan baruPerusahaan kehilangan pengetahuan dan keterampilan yang mungkin penting untuk menjaga mereka kompetitifPergantian karyawan sangat terkait dengan kepuasan kerja dan kompensasiSumber Daya Manusia dengan Software ERPSebuah sistem informasi yang baik memungkinkan semua informasi yang relevan bagi karyawan yang akan diambil dalam hitungan detikSAP ERP Human Resources (HR) modul menyediakan alat untuk:Mengelola peran dan tanggung jawab organisasiDefinisiInformasi pribadi karyawanTugas yang berhubungan dengan manajemen waktu, penggajian, manajemen perjalanan, dan pelatihan karyawanSumber Daya Manusia dengan Software ERP (lanjutan).Organisasi SAP ERP dan alat Rencana Kepegawaian digunakan untuk mendefinisikan:Struktur manajemen PerusahaanPosisi dalam struktur organisasiSAP ERP membedakan antara tugas, pekerjaan, posisi, dan orangAlat Desktop Manager dalam waktu SAP HR modulMenyediakan akses ke semua data Sumber Daya Manusia dan transaksi dalam satu lokasiSumber Daya Manusia dengan Software ERP (lanjutan).
Sumber Daya Manusia dengan Software ERP (lanjutan).
Lanjutan SAP ERP Human Resources FiturManajemen waktuDaftar gajiManajemen perjalananPelatihan dan pengembangan
Manajemen WaktuKaryawan per jamDibayar untuk setiap jam bekerjaHarus mencatat waktu bahwa mereka bekerjaGaji karyawanTidak dibayar berdasarkan jam kerjaWaktu mereka bekerja biasanya harus dilacak jugaManajemen Waktu (lanjutan).SAP sistem ERP menggunakan Lintas Aplikasi Lembar Waktu (CATS) ke:Rekam waktu kerja karyawanMenyediakan data untuk aplikasi termasuk:SAP Mengontrol modulModul Payroll SAPSAP modul Perencanaan ProduksiDaftar gajiElemen remunerasi gaji karyawanGaji pokok, bonus, gratifikasi, lembur, membayar sakit, dan liburan tunjanganPemotongan Wajib dan sukarelaPajak (federal, negara bagian, lokal, Jaminan Sosial, Medicare dan), pinjaman perusahaan, dan IuranPayroll menjalankan: proses penentuan gaji setiap karyawanSistem ERP SAP mengevaluasi input data dan catatan setiap perbedaan dalam error logError LogManajemen PerjalananPermintaan perjalanan mungkin berasal dengan karyawan atau manajer karyawanPermintaan perjalanan biasanya membutuhkan persetujuan manajemenSetelah permintaan perjalanan disetujui, pemesanan perjalanan harus dilakukanManajemen Perjalanan (lanjutan).SAP ERP Travel sistem ManajemenMemelihara data perjalanan untuk setiap karyawan, termasuk penerbangan, hotel, dan preferensi mobilMengintegrasikan data perjalanan dengan:Modul penggajian bagi reimbursementAkuntansi Keuangan dan Pengendalian modul untuk benar merekam biaya perjalananPelatihan dan PengembanganDalam sistem SAP ERP, pengembangan karyawan didorong oleh kualifikasi dan persyaratanPersyaratan: keahlian atau kemampuan yang berhubungan dengan posisiKualifikasi: keahlian atau kemampuan yang berhubungan dengan karyawan tertentuSalah satu alasan paling penting untuk mengelola pengembangan dan pelatihan karyawan adalah perencanaan suksesi

Pelatihan dan Pengembangan (lanjutan).Rencana suksesi menguraikan strategi untuk mengganti karyawan kunci ketika mereka meninggalkan perusahaanKomponen Perencanaan Karir dan Suksesi SAP ERP Human Resources modulMemungkinkan para profesional HR untuk membuat, melaksanakan, dan mengevaluasi skenario perencanaan suksesi

Sumber Tambahan Fitur Manusia SAP ERPManajemen waktu PonselManajemen keluarga dan medis cutiPenanganan mitra domestikAdministrasi insentif jangka panjangPerencanaan biaya personilManajemen dan gaji untuk karyawan global yangManajemen berdasarkan sasaranManajemen Waktu PonselBanyak karyawan yang tidak memiliki akses rutin ke PCManajemen Waktu mobile memungkinkan karyawan untuk menggunakan telepon selular untuk:Mencatat waktu kerja merekaRekam absenMasukkan permintaan cutiPeriksa data biaya waktu mereka
Manajemen Keluarga dan Medis CutiModul Sumber Daya Manusia mengurangi beban administrasi yang dikenakan oleh keluarga dan Medical Leave Act (FMLA) Tahun 1993Sistem HR dapat:Tentukan apakah karyawan berhak untuk mengambil FMLA absenSecara otomatis memotong mereka absen dari hari-hari karyawan mengambil cuti dari diijinkan
Penanganan Mitra DomestikModul Sumber Daya Manusia sekarang mendukung pengelolaan manfaat bagi mitra domestik dan anak-anak merekaMenyediakan fleksibilitas yang lebih dalam:Menyesuaikan pilihan cakupan tergantung untuk rencana kesehatanPersyaratan untuk pendaftaran tanggunganPenunjukan penerima manfaatAdministrasi Insentif Jangka PanjangPerusahaan harus memperhitungkan biaya yang diharapkan yang terjadi sebagai akibat dari insentif jangka panjang seperti berolahraga opsi sahamModul Sumber Daya Manusia sekarang menyediakan lebih banyak pilihan untuk pengolahan insentif jangka panjangIntegrasi dengan modul Payroll SAPDapat menghitung pajak secara akurat ketika karyawan melaksanakan insentif dan menjual saham mereka di perusahaanSAP dapat berbagi data dengan insentif AkuntansiManajemen dan Payroll untuk Karyawan globalManajemen karyawan global yang melibatkan banyak masalah rumitRencana relokasi, visa dan izin kerja, perumahan, pajak, membayar bonusSAP ERP telah meningkatkan fitur untuk mendukung pengelolaan isu-isu iniFungsi Disesuaikan untuk lebih dari 50 negaraManajemen oleh TujuanManajemen berdasarkan sasaran (MBO)1954: pertama diuraikan oleh Peter Drucker dalam The Practice of ManagementManajer didorong untuk berfokus pada hasil, bukan kegiatan, dan untuk "menegosiasikan kontrak tujuan" dengan bawahan mereka tanpa mendikte metode yang tepat untuk mencapainyaSAP ERP menyediakan proses yang komprehensif untuk mendukung pendekatan MBOPenilaian kinerjaHasil penilaian dapat mempengaruhi kompensasi karyawanManajer dapat mencakup hasil tujuan tercapai dalam profil kualifikasi karyawan
RingkasanKaryawan adalah salah satu aset perusahaan yang paling pentingTanpa karyawan yang memenuhi syarat dan termotivasi, sebuah perusahaan tidak akan berhasilDepartemen yang bertanggung jawab untuk Sumber Daya Manusia:Memastikan bahwa perusahaan dapat menemukan, mengevaluasi, mempekerjakan, mengembangkan, mengevaluasi, dan memberikan kompensasi kepada karyawan yang tepat untuk mencapai tujuan perusahaanPelatihan karyawan dan pengembangan, perencanaan suksesi, dan penghentianMengelola, berbagi, mengontrol, dan mengevaluasi data yang diperlukan untuk mengelola sumber daya manusia perusahaan yang disederhanakan dengan sistem informasi yang terintegrasiFitur tambahan dari SAP HR alamat sistem saat ini perubahan teknologi dan perundang-undangan

Selasa, 16 April 2013

Marketing fitter snackers

MARKETING INFORMATION SYSTEMS AND THE SALES ORDER PROCESS

Pemasaran dan penjualan (S/M) adalah titik fokus dari banyak kegiatan perusahaan, karena pemasaran dan penjualan bertanggung jawab untuk menjual produk perusahaan yang sering memegang kendali tentang strategi perusahaan. Pada dasarnya M/S terlibat dalam menghasilkan data kunci transaksi, menciptakan tagihan untuk pelanggan, dan mengalokasikan kredit kepada pelanggan. Ketersediaan database umum untuk semua modul merupakan salah satu keuntungan sistem informasi yang terintegrasi, karena data dalam sistem konsisten. Jika ada data yang tidak benar, maka kesalahan akan terbawa ke semua modul.
Sebuah ERP sistem menggunakna database yang umum sehingga dapat meminimalkan kesalahan entri data dan memberikan informasi yang akurat secara real time untuk semua pengguna. SAP ERP mencatat semua transaksi dan peristiwa penting, bukti elektronik transaksi disebut dokumen. SAP ERP mendeskripsikan enam hal untuk setiap penjualan:
  1. Pre-sales activities (Kegiatan sebelum penjualan)
  2. Sales order processig (Proses penjualan pemesanan)
  3. Inventory sourcing (sumber investasi)
  4. Delivery (pengiriman)
  5. Billing (penagihan)
  6. Payment (pembayaran)
Perusahaan tanpa hubungan yang baik dengan para pelanggan mereka akan memunculkan resiko kebangkrutan. Software manajemen hubungan pelanggan (CRM) dapat membantu perusahaan mempermudah interaksi perusahaan dengan pelanggan. Perusahaan dengan sistem ERP memiliki manfaat tambahan diluar sistem yang terintegrasi, data untuk dianalisis menjadi lengkap. Secara umum, semua software CRM mendukung kegiatan berikut:
  1. One-to-one marketing Setelah pelanggan dikategorikan, perusahaan dapat menyesuaikan produk, promosi, dan harga sesuai.
  2. Sales force automation (SFA) Kemunculan kontak pelanggan yang masuk dalam database perusahaan.
  3. Sales campaign management software ini memungkinkan perusahaan mengatur pemasaran.
  4. Marketing encyclopedias Software ini berfungsi sebagai database literatur promosi tentang produk.
  5. Call center automation Ketika pelanggan menelepon perusahaan untuk mendapatkan bantuan dengan produk perusahaan, perwakilan dapat query database manajemen pengetahuan yang berisi informasi tentang produk.

production & scm

Overview
Tujuan dari production planning adalah untuk membuat penjadwalan produksi yang ekonomis dan efisien. Ada 3 metode umum yang digunakan dalam produksi:
  1. Make-to-stock items: produksi yang dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan stok di gudang dalam rangka mengantisipasi jika ada pemesanan sewaktu-waktu
  2. Make-to-order items: produksi yang dilakukan untuk memenuhi pesanan dari pelanggan
  3. Assemble-to-order items: produksi yang menggabungkan proses dari make-to-stock dan make-to-order
Proses yang ada di dalam Production Planning adalah:
1)     Sales Forecasting
Sales forecasting adalah proses peramalan penjualan yang dibuat oleh bagian Marketing berdasarkan data histori penjualan yang tersimpan di modul Sales and Distribution. Untuk di Fitter Snacker sendiri, forecasting dibuat dari data penjualan di tahun sebelumnya yang dikombinasikan dengan target keuntungan yang diambil dari modul Controlling. Output dari proses ini adalah sebuah peramalan penjualan secara aggregat batau keseluruhan untuk beberapa bulan ke depan.
2)     Sales and Operations Planning
Selanjutnya, setelah sistem SAP ERP menghasilkan sebuah peramalan penjualan, planner dapat melihat hasilnya dalam bentuk grafik. Peramalan ini biasanya dibuat untuk sebuah kelompok produk. Sehingga pada proses ini, data dipisah berdasarkan tipe-tipe produk yang ada di dalam kelompok tersebut.
Output dari proses Sales and Operations Planning ini adalah sebuah perencanaan produksi yang didesain untuk menyeimbangkan permintaan pasar dengan kapasitas produk, berupa sebuah Stock/Requirement List untuk setiap tipe produk.
3)     Demand Management
Demand Management menghubungkan Sales and Operations Planning dengan proses Detailed Scheduling dan Material Requirements Planning (MRP). Outputnya berupa sebuah Master Production Schedules (MPS).
  1. Detailed Scheduling
Dari perencanaan setiap tipe produk yang masih berinterval bulanan tadi, didetailkan lagi menjadi sebuah perancanaan produksi harian. Perencanaan didetailkan berdasarkan kapasitas mesin dan tenaga kerja yang tersedia. Fitter Snacker sendiri menggunakan sistem repetitive manufacturing dimana jika produksi sebuah produk selesai akan berpindah pada produk lain yang mirip.
  1. Material Requirement Planning (MRP)
Pada proses ini, dibuat daftar bahan baku yang diperlukan untuk proses produksi. Dari data tersebut dibuatlah rencana pemesanan bahan baku serta requested delivery dates-nya. Pada daftar tersebut terdapat 3 jenis status untuk material/bahan baku yaitu: Planned orders, Purchase requisitions, dan Purchase order.
Daftar perencanaan yang dihasilkan oleh MRP akan digunakan oleh bagian Purchasing untuk menentukan supplier mana yang akan digunakan. Jika sudah fix, maka dibuat sebuah purchase order yang dikirimkan ke supplier melalui fax ataupun internet.
Kemudian supplier akan mengirimkan material/bahan baku pada tanggal yang telah disepakati dan akan diterima oleh pihak Production. Lalu setelah semua tersedia, dilakukan proses manufaktur dari bahan baku hingga menjadi sebuah produk jadi.

fungsi dan proses bisnis


Enterprise Resource Planning
01
Business Functions and Business Processes
Pendahuluan
Enterprise Resource Planning (ERP) programs: Core software yang digunakan oleh perusahaan untuk mengkoordinasikan informasi dalam setiap wilayah bisnisnya
Membantu mengelola proses bisnis perusahaan secara luas
Menggunakan database umum dan berbagi perangkat manajemen pelaporan
Business process: Kumpulan aktivitas yang menggunakan sejumlah input dan membuat output yang merupakan keuntungan bagi customer.
Software ERP mendukung proses operasi bisnis yang efisien dengan mengintegrasikan hasil pekerjaan bisnis yang berhubungan dengan sales, marketing, manufacturing, logistics, accounting, dan staffing
Functional Areas dan Business Processes
Untuk memahami ERP, kita harus memahami bagaimana bisnis bekerja
Bidang operasi fungsional (Functional areas of operation)
Proses bisnis (Business processes)
Functional Areas of Operation
Marketing and Sales (M/S)
Supply Chain Management (SCM)
Accounting and Finance (A/F)
Human Resources (HR)
Business functions: Aktivitas spesifik pada bidang operasi fungsional.
Functional Areas of Operation (cont’d.)
Functional Areas of Operation (cont’d.)
Bidang Fungsional bersifat interdependensi
Setiap bidang fungsional membutuhkan data dari bidang fungsional yang lain.
Integrasi yang lebih baik dari bidang fungsional mengarah pada peningkatan komunikasi, alur kerja, dan keberhasilan perusahaan.
Information system (IS): termasuk komputer, orang, prosedur, dan perangkat lunak yang menyimpan, mengatur, dan memberikan informasi.
Proses Bisnis (Business Processes)
Kumpulan aktivitas yang membutuhkan satu atau lebih jenis input dan membuat output yang bernilai bagi customer
Pelanggan bisa pelanggan tradisional eksternal (orang yang membeli produk jadi), atau pelanggan internal (seperti seorang rekan di departemen lain).
Perlu diketahui bahwa dalam hal proses bisnis, membantu manajer untuk memandang organisasi mereka dari perspektif pelanggan
Business Processes (cont’d.)
Business Processes (cont’d.)
Bisnis harus selalu mempertimbangkan sudut pandang pelanggan dalam transaksi
Keberhasilan interaksi pelanggan
Pelanggan (baik internal maupun eksternal) tidak perlu berinteraksi dengan setiap fungsi bisnis yang terlibat dalam proses
Keberhasilan manajer bisnis melihat operasi bisnis dari perspektif pelanggan yang puas
Sharing data secara efektif dan efisien diantara dan di dalam bidang fungsional menyebabkan proses bisnis lebih efisien.
Integrated information systems: Sistem di mana bidang fungsional berbagi data
Business Processes (cont’d.)
Business Processes (cont’d.)
Bisnis mengambil input (sumber daya) dan mengubah masukan-masukan menjadi barang dan jasa untuk pelanggan
Input: Material, orang, peralatan
Mengelola input dan proses bisnis secara efektif memerlukan informasi yang akurat dan up-to-date
Misalnya,
Bagian sales mencatat pesanan pelanggan, bagian produksi menjadwal proses pembuatan produk.
Karyawan logistik menjadwal dan melakukan pengiriman produk.
Jika bahan baku diperlukan bagian produksi untuk membuat produk, maka produksi meminta bagian pembelian (purchasing) untuk mengatur pembelian dan pengiriman.
Dalam hal ini, logistik menerima bahan, memastikan kondisi dan melaporkan ke accounting sehingga vendor dapat dibayar, kemudian memberikan bahan untuk diproduksi.
Selama proses tersebut, accounting menyimpan transaksi yang terjadi.
Functional Areas dan Business Processes pada bisnis berskala kecil
Contoh: Sebuah industri minuman ringan
Amatilah proses bisnis industri minuman ringan
Lihat bagaimana koordinasi bidang fungsional yang membantu mencapai proses bisnis yang efektif dan efisien.
Perhatikan bagaimana integrasi sistem informasi meningkatkan bisnisnya.
Marketing and Sales
Functions of Marketing and Sales
Mengembangkan produk
Menentukan harga
Mempromosikan produk ke customer
Menangani pesanan customer
Membantu membuat prediksi penjualan (sales forecasts)
Pekerjaan Marketing and Sales untuk industri minuman ringan
Recordkeeping formal tidak diperlukan
Perlu memantau pelanggan
Pengembangan produk dapat dilakukan secara informal
Pelanggan tetap yang baik dipungut biaya pembelian-sampai titik tertentu (diskon)
Catatan harus memperlihatkan berapa banyak setiap pelanggan berutang dan kreditnya yang tersedia.
Supply Chain Management
Functions dalam Supply Chain Management
Pembuatan minuman/produk (manufacturing/production)
Membeli bahan baku (purchasing)
Produksi mem-planning kebutuhan prediksi sales dari bidang fungsional M/S
Sales forecasts: Analisis yang mencoba untuk memprediksi penjualan masa depan produk
Rencana produksi digunakan untuk membuat kebutuhan bahan baku dan pengemasan
Bahan baku: botol spring water, lemon segar, pemanis buatan, gula mentah
Pengemasan: kardus, sedotan, isolasi
SCM and M/S harus memilih sebuah resep untuk setiap produk minuman yang dijual
Accounting and Finance
Functions dalam Accounting and Finance
Pencatatan data mentah mengenai transaksi (termasuk penjualan), pembelian bahan baku, gaji, dan penerimaan kas dari pelanggan
Data mentah (Raw data): Angka yang dikumpulkan dari operasi tersebut, tanpa manipulasi, perhitungan, atau pengaturan penyajian.
Data dari Accounting/Finance digunakan oleh Marketing/Sales dan Supply Chain Management
Data from Accounting and Finance used by Marketing and Sales and Supply Chain Management
Catatan penjualan merupakan komponen penting dari prediksi penjualan
Prediksi penjualan digunakan dalam membuat keputusan kepegawaian dan perencanaan produksi
Catatan dari piutang digunakan untuk memantau semua kebijakan pemberian-kredit industri.
Human Resources
Fungsional Human Resources
Merekrut, melatih, mengevaluasi, dan menggaji karyawan
HR menggunakan prediksi penjualan yang dikembangkan oleh masing-masing departemen untuk merencanakan kebutuhan personil.
Seorang pekerja part-time mungkin diperlukan pada jam atau hari sibuk yang diperkirakan. Berapa besar gaji yang harus dibayarkan ke pekerja tersebut ?, Itu tergantung pada kondisi pasar kerja yang berlaku, dan itu adalah tugas HR untuk memantau kondisi tersebut.
Sistem terintegrasi yang menggunakan perangkat lunak ERP menyediakan fasilitas berbagi data yang diperlukan antara area fungsional.
Functional Area Information Systems
Input dan output potensial untuk setiap area fungsional dijelaskan berikutnya
Perhatikan jenis data yang dibutuhkan oleh setiap daerah dan bagaimana orang menggunakan data
Sistem informasi memelihara hubungan antara semua bidang fungsional dan proses
Marketing and Sales
Membutuhkan informasi dari semua bidang fungsional lainnya
Pelanggan mengkomunikasikan pesanan kepada M/S secara langsung atau melalui telepon, fax, e-mail, web, dll
M/S berperan dalam menentukan harga produk
Harga dapat ditentukan berdasarkan biaya unit produk, ditambah beberapa markup
Membutuhkan informasi dari Accounting and Finance, dan data Supply Chain Management
Marketing and Sales (cont’d.)
M/S perlu berinteraksi dengan Human Resources untuk bertukar informasi mengenai kebutuhan perekrutan, persyaratan calon pegawai, dll.
Inputs M/S
Data pelanggan (Customer data)
Data pesanan (Order data)
Trend data penjualan (Sales trend data)
Harga per unit (Per-unit cost)
Kebijakan biaya pengiriman perusahaan (Travel expense company policy)
Outputs for M/S
Strategi penjualan (Sales strategies)
Harga produk (Product pricing)
Kebutuhan pegawai (Employment needs)
Supply Chain Management
Membutuhkan informasi dari berbagai bidang fungsional
Rencana produksi berdasarkan informasi tentang penjualan produk (aktual dan proyeksi) yang berasal dari Marketing dan Sales
Dengan data yang akurat mengenai tingkat produksi yang diperlukan:
Bahan baku dan kemasan dapat dipesan sesuai kebutuhan
Tingkat persediaan dapat tetap rendah, menghemat biaya.
Data dan catatan Supply Chain Management :
Menyediakan data yang dibutuhkan oleh Accounting and Finance untuk menentukan berapa banyak dari setiap sumber daya yang digunakan
Mendukung fungsi M / S dengan menyediakan informasi tentang apa yang telah diproduksi dan dikirim
Supply Chain Management berinteraksi dengan beberapa cara dengan Human Resources
Supply Chain Management (cont’d.)
Inputs SCM
Data penjualan produk (Product sales data)
Rencana produksi (Production plans)
Level persediaan (Inventory levels)
Kebijakan pemberhentian dan pemanggilan perusahaan (Layoff and recall company policy)
Outputs SCM
Pesananbahan baku (Raw material orders)
Kemasan pesanan (Packaging orders)
Data pembelanjaan sumber daya (Resource expenditure data)
Laporan produksi dan persediaan (Production and inventory reports)
Informasi perekrutan pegawai (Hiring information)
Accounting and Finance
Membutuhkan informasi dari semua bidang fungsional lainnya
Personil A/F:
Mencatat transaksi perusahaan dalam pembukuan
Mencatat hutang ketika bahan baku dibeli dan arus kas keluar ketika mereka membayar untuk bahan
Meringkas data transaksi untuk mempersiapkan laporan tentang posisi keuangan perusahaan dan profitabilitas
Orang-orang di bidang fungsional lainnya menyediakan data untuk A/F
M/S menyediakan data penjualan
SCM menyediakan data produksi dan persediaan
HR menyediakan data penggajian dan biaya upah
Personil M/S memerlukan data dari A/F untuk mengevaluasi kredit pelanggan
Accounting and Finance (cont’d.)
Inputs A/F
Pembayaran dari customer (Payments from customers)
Data piutang (Accounts receivable data)
Data hutang (Accounts payable data)
Data penjualan (Sales data)
Data produksi dan persediaan (Production and inventory data)
Data gaji dan belanja (Payroll and expense data)
Outputs for A/F
Pembayaran ke supplyer (Payments to suppliers)
Laporan keuangan (Financial reports)
Data kredit customer (Customer credit data)
Human Resources
HR perlu informasi dari departemen lain
Tugas yang berkaitan dengan perekrutan karyawan, manfaat, pelatihan, dan kewajiban ke pemerintah semua tanggung jawab HR
HR perlu perkiraan yang akurat mengenai kebutuhan personil dari semua unit fungsional
HR perlu mengetahui keterampilan apa yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tertentu dan seberapa besar perusahaan mampu membayar karyawan
Human Resources (cont’d.)
Mengamati peraturan pemerintah dalam hal : merekrut, gaji, pelatihan, promosi, dan memberhentikan karyawan
Inputs HR
Prediksi personil (Personnel forecasts)
Data keterampilan (Skills data)
Outputs HR
Peraturan pemenuhan (Regulation compliance)
Pelatihan dan sertifikasi karyawan (Employee training and certification)
Database keterampilan (Skills database)
Evaluasi dan kompensasi karyawan (Employee evaluation and compensation)
Human Resources (cont’d.)
Sejumlah data besar yang dikelola oleh bidang fungsional juga di-share di antara bidang fungsional
Ketepatan waktu dan akurasi data ini penting bagi keberhasilan setiap bidang tersebut dan kemampuan perusahaan untuk membuat keuntungan dan menghasilkan pertumbuhan di masa depan
Software ERP memungkinkan semua bidang fungsional berbagi database umum
Memungkinkan informasi yang akurat, real-time akan tersedia.
Summary
Bidang fungsional dasar: Marketing and Sales, Supply Chain Management, Accounting and Finance, dan Human Resources
Marketing and sales: men-set harga produk, mempromosikan produk melalui iklan dan pemasaran, menangani pesanan pelanggan, men-support pelanggan, dan membuat prediksi penjualan
Supply Chain Management: Mengembangkan rencana produksi, order bahan baku dari supplier, menerima bahan baku, memproduksi produk, memelihara fasilitas kerja, dan mengirim produk kepada pelanggan.
Accounting and Finance: Keuangan akuntansi untuk menyediakan ringkasan data operasional dalam laporan manajerial, rekening pengendalian, perencanaan dan penganggaran, dan manajemen cash-flow
Summary (cont’d.)
Human Resources: Merekrut, menyewa, melatih, dan menggaji karyawan, menjamin kesesuaian dengan peraturan pemerintah, dan membawahi evaluasi karyawan.
Sistem informasi meng-capture, memproses, dan menyimpan data untuk memberikan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan.
Karyawan yang bekerja di satu bidang fungsional membutuhkan data dari karyawan di bidang fungsional lainnya
Sistem informasi bidang fungsional harus diintegrasikan, sehingga data yang dibai bersama menjadi akurat dan tepat waktu
Manajer harus memikirkan proses bisnis yang mengintegrasikan bidang fungsional
Perlu berbagi informasi diantara fungsi dan bidang fungsional
Software ERP menyediakan kemampuan ini melalui database yang umum tunggal.
ANY QUESTIONS ?