Kamis, 23 Februari 2012

Tugas Manajemen Pemasaran


Menganalisis strategi pemasaran yang telah diterapkan perusahaan Unilever dalam produk eskrim Magnum. 

     Seiring dengan perkembangan bisnis yang dinamis di abad 21 ,perusahaan harus lebih dekat dengan pelanggannya.Agar hal tersebut bisa tercapai, maka setiap perusahaan memiliki strategi pemasaran yang bagus, menarik serta unik.

1. Strategi Pasar PT.Unilever

A. Contohnya perusahaan PT. Unilever ,produk eskrim Walls Magnum.

B. Segmentasi pasar.

   Berdasarkan variabel demografis, pasar bisa dibagi menjadi beberapa kelompok-kelompok berdasarkan usia, penghasilan, pekerjaan, generasi , siklus hidup keluarga, dan juga kelas sosial. Sementara Magnum membidik segmentasi usia dan tahap siklus hidup (keinginan dan kemampuan konsumen berubah sejalan dengan bertambahnya usia). Demikian juga target pasar magnum di Indonesia yaitu membidik pasar untuk remaja dan dewasa. Awalnya karena es krim untuk anak-anak jauh lebih diminati, Magnum untuk remaja dan dewasa tidak banyak diproduksi oleh Unilever. Namun di akhir November 2010, es krim Magnum tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan dikalangan anak muda dan dewasa. Magnum sulit ditemukan di pasaran, padahal pihak Unilever tengah meluncurkan kembali, Semakin banyak dicari, semakin banyak konsumen yang penasaran dan memburunya.

C. Strategi pemasaran.

    Seiring dengan perkembangan bisnis yang dinamis di abad 21 ,perusahaan harus lebih dekat dengan pelanggannya.Agar hal tersebut bisa tercapai, maka setiap perusahaan memiliki strategi pemasaran yang bagus, menarik serta unik.Hal ini pula yang diterapkan produsen Wall’s Magnum dalam peluncuran kembali Magnum dengan varian rasa baru, kemasan baru, dan brand image yang baru.
    Strategi yang lainnya yaitu Magnum sengaja dibuat langka oleh produsen, produsen magnum tidak memproduksi magnum secara besar-besaran, hal ini bukan karena produsen magnum tidak mampu memproduksi lebih banyak, tetapi karena inilah strategi pasar mereka. Mereka mengiklankan dulu produk magnum sebelum memproduksi stok nya. Hal ini bertujuan karena produsen magnum ingin menjajal pasar dulu. Apakah pasar sudah mengenal produk ini atau belum, serta berapa besar minat pasar terhadap produk ini. Dan ternyata strategi itu berhasil, konsumen banyak yang berminat pada magnum.

D. Kekurangan dari strategi pemasarannya

  Strategi pemasaran yang dilakukan oleh produsen magnum juga mempunyai kekurangan, kelangkaan produk tersebut mungkin membuat sebagian konsumen 'malas' lagi untuk ke supermarket karena kapok beberapa kali ke supermarket atau toko untuk membeli magnum tetapi kosong.


2. Jika menjadi wirausaha

A. Jika menjadi wirausaha , saya akan membuat bidang usaha kuliner atau 'jajanan'.Karena kota Bandung ini dikenal sebagai kota yang khas dan terkenal akan kuliner yang enak dan unik. Maka dari itu saya ingin mempunyai usaha kuliner atau jajanan yang unik khas kota Bandung.

B.  Produk yang akan saya hasilkan dalam bidang kuliner ini yaitu ''keripik kentang'' dengan berbagai macam rasa.  Karena sekarang ini sudah banyak produsen keripik singkong di Bandung, agar tidak bosan dengan keripik singkong yang sudah banyak ini, maka saya ingin membuka usaha keripik tetapi berbahan dasar kentang, selain itu kentang juga banyak diminati oleh berbagai kalangan serta tidak susah dalam mencari bahan dasar tersebut.

C. Alasan saya memilih usaha tersebut karena saya ingin membuat hal yang baru dalam dunia kuliner Indonesia, setelah sebelumnya marak dengan keripik singkong yang pedas, maka saya ingin membuat keripik berbahan dasar kentang, selain kentang mempunyai rasa yang enak, kentang juga merupakan makanan yang diminati berbagai usiah mulai dari anak kecil hingga dewasa. Kentang dengan berbagai macam rasa yang saya buat ini, agar para konsumen tidak bosan dengan satu rasa saja. Rasa yang disajikan yaitu rasa original, pedas, keju, balado , dan barbeque. Dengan menambahkan rasa atau bumbu tersebut, keripik kentang akan semakin gurih dan enak tanpa menghilangkan rasa asli kentang nya.

D. Target pasar saya yaitu anak muda dan dewasa, karena biasanya yang banyak mengkonsumsi keripik adalah anak muda dan orang dewasa, selain itu keripik ini bisa dibeli oleh semua kalangan baik menengah kebawah maupun menengah keatas, karena hargnya yang terjangkau.

E. Dari strategi pemasaran pada PT. Unilever di nomer 1, saya akan mencoba membuat strategi dalam memasarkan produk keripik ini, saya akan memproduksi keripik dalam jumlah yang tidak banyak dulu,saya akan mencoba membuat iklan dahulu sebelum memasarkan produk yang banyak, saya akan membuat iklan keripik kentang ini di website, twitter, facebook, serta memberi tahu orang-orang lewat mulut ke mulut sebelum memproduksi keripik dalam jumlah banyak. Hal ini agar saya bisa mengetahui apakah produk saya ini diminati oleh pasar atau tidak.