Menganalisis strategi pemasaran yang telah diterapkan perusahaan Unilever dalam produk eskrim Magnum.
Seiring dengan perkembangan bisnis yang dinamis di
abad 21 ,perusahaan harus lebih dekat dengan pelanggannya.Agar hal tersebut
bisa tercapai, maka setiap perusahaan memiliki strategi pemasaran yang bagus,
menarik serta unik.
1. Strategi Pasar PT.Unilever
A. Contohnya perusahaan PT. Unilever ,produk eskrim Walls Magnum.
B. Segmentasi pasar.
Berdasarkan variabel demografis, pasar bisa dibagi menjadi
beberapa kelompok-kelompok berdasarkan usia, penghasilan, pekerjaan,
generasi , siklus hidup keluarga, dan juga kelas sosial. Sementara Magnum
membidik segmentasi usia dan tahap siklus hidup (keinginan dan kemampuan
konsumen berubah sejalan dengan bertambahnya usia). Demikian juga target pasar
magnum di Indonesia yaitu membidik pasar untuk remaja dan dewasa. Awalnya
karena es krim untuk anak-anak jauh lebih diminati, Magnum untuk remaja dan
dewasa tidak banyak diproduksi oleh Unilever. Namun di akhir November 2010, es
krim Magnum tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan dikalangan anak muda dan
dewasa. Magnum sulit ditemukan di pasaran, padahal pihak Unilever tengah
meluncurkan kembali, Semakin banyak dicari, semakin banyak konsumen yang penasaran
dan memburunya.
C. Strategi pemasaran.
Seiring dengan perkembangan bisnis yang dinamis di abad
21 ,perusahaan harus lebih dekat dengan pelanggannya.Agar hal tersebut bisa
tercapai, maka setiap perusahaan memiliki strategi pemasaran yang bagus, menarik
serta unik.Hal ini pula yang diterapkan produsen Wall’s Magnum dalam peluncuran
kembali Magnum dengan varian rasa baru, kemasan baru, dan brand image yang
baru.
Strategi yang lainnya yaitu Magnum sengaja dibuat langka
oleh produsen, produsen magnum tidak memproduksi magnum secara besar-besaran,
hal ini bukan karena produsen magnum tidak mampu memproduksi lebih banyak,
tetapi karena inilah strategi pasar mereka. Mereka mengiklankan dulu produk
magnum sebelum memproduksi stok nya. Hal ini bertujuan karena produsen magnum
ingin menjajal pasar dulu. Apakah pasar sudah mengenal produk ini atau belum,
serta berapa besar minat pasar terhadap produk ini. Dan ternyata strategi itu
berhasil, konsumen banyak yang berminat pada magnum.
D. Kekurangan dari strategi pemasarannya
Strategi pemasaran yang dilakukan oleh produsen magnum juga mempunyai
kekurangan, kelangkaan produk tersebut mungkin membuat sebagian konsumen
'malas' lagi untuk ke supermarket karena kapok beberapa kali ke supermarket
atau toko untuk membeli magnum tetapi kosong.
2. Jika menjadi wirausaha
A. Jika menjadi wirausaha , saya akan membuat bidang usaha kuliner atau
'jajanan'.Karena kota Bandung ini dikenal sebagai kota yang khas dan terkenal
akan kuliner yang enak dan unik. Maka dari itu saya ingin mempunyai usaha
kuliner atau jajanan yang unik khas kota Bandung.
B. Produk yang akan saya hasilkan dalam bidang kuliner ini yaitu
''keripik kentang'' dengan berbagai macam rasa. Karena sekarang ini sudah
banyak produsen keripik singkong di Bandung, agar tidak bosan dengan keripik
singkong yang sudah banyak ini, maka saya ingin membuka usaha keripik tetapi
berbahan dasar kentang, selain itu kentang juga banyak diminati oleh berbagai
kalangan serta tidak susah dalam mencari bahan dasar tersebut.
C. Alasan saya memilih usaha tersebut karena saya ingin membuat hal yang
baru dalam dunia kuliner Indonesia, setelah sebelumnya marak dengan keripik
singkong yang pedas, maka saya ingin membuat keripik berbahan dasar kentang,
selain kentang mempunyai rasa yang enak, kentang juga merupakan makanan yang
diminati berbagai usiah mulai dari anak kecil hingga dewasa. Kentang dengan
berbagai macam rasa yang saya buat ini, agar para konsumen tidak bosan dengan
satu rasa saja. Rasa yang disajikan yaitu rasa original, pedas, keju, balado ,
dan barbeque. Dengan menambahkan rasa atau bumbu tersebut, keripik kentang akan
semakin gurih dan enak tanpa menghilangkan rasa asli kentang nya.
D. Target pasar saya yaitu anak muda dan dewasa, karena biasanya yang banyak
mengkonsumsi keripik adalah anak muda dan orang dewasa, selain itu keripik ini
bisa dibeli oleh semua kalangan baik menengah kebawah maupun menengah keatas,
karena hargnya yang terjangkau.
E. Dari strategi pemasaran pada PT. Unilever di nomer 1, saya akan mencoba membuat
strategi dalam memasarkan produk keripik ini, saya akan memproduksi keripik
dalam jumlah yang tidak banyak dulu,saya akan mencoba membuat iklan dahulu
sebelum memasarkan produk yang banyak, saya akan membuat iklan keripik kentang
ini di website, twitter, facebook, serta memberi tahu orang-orang lewat mulut
ke mulut sebelum memproduksi keripik dalam jumlah banyak. Hal ini agar saya
bisa mengetahui apakah produk saya ini diminati oleh pasar atau tidak.