Selasa, 16 April 2013

Marketing fitter snackers

MARKETING INFORMATION SYSTEMS AND THE SALES ORDER PROCESS

Pemasaran dan penjualan (S/M) adalah titik fokus dari banyak kegiatan perusahaan, karena pemasaran dan penjualan bertanggung jawab untuk menjual produk perusahaan yang sering memegang kendali tentang strategi perusahaan. Pada dasarnya M/S terlibat dalam menghasilkan data kunci transaksi, menciptakan tagihan untuk pelanggan, dan mengalokasikan kredit kepada pelanggan. Ketersediaan database umum untuk semua modul merupakan salah satu keuntungan sistem informasi yang terintegrasi, karena data dalam sistem konsisten. Jika ada data yang tidak benar, maka kesalahan akan terbawa ke semua modul.
Sebuah ERP sistem menggunakna database yang umum sehingga dapat meminimalkan kesalahan entri data dan memberikan informasi yang akurat secara real time untuk semua pengguna. SAP ERP mencatat semua transaksi dan peristiwa penting, bukti elektronik transaksi disebut dokumen. SAP ERP mendeskripsikan enam hal untuk setiap penjualan:
  1. Pre-sales activities (Kegiatan sebelum penjualan)
  2. Sales order processig (Proses penjualan pemesanan)
  3. Inventory sourcing (sumber investasi)
  4. Delivery (pengiriman)
  5. Billing (penagihan)
  6. Payment (pembayaran)
Perusahaan tanpa hubungan yang baik dengan para pelanggan mereka akan memunculkan resiko kebangkrutan. Software manajemen hubungan pelanggan (CRM) dapat membantu perusahaan mempermudah interaksi perusahaan dengan pelanggan. Perusahaan dengan sistem ERP memiliki manfaat tambahan diluar sistem yang terintegrasi, data untuk dianalisis menjadi lengkap. Secara umum, semua software CRM mendukung kegiatan berikut:
  1. One-to-one marketing Setelah pelanggan dikategorikan, perusahaan dapat menyesuaikan produk, promosi, dan harga sesuai.
  2. Sales force automation (SFA) Kemunculan kontak pelanggan yang masuk dalam database perusahaan.
  3. Sales campaign management software ini memungkinkan perusahaan mengatur pemasaran.
  4. Marketing encyclopedias Software ini berfungsi sebagai database literatur promosi tentang produk.
  5. Call center automation Ketika pelanggan menelepon perusahaan untuk mendapatkan bantuan dengan produk perusahaan, perwakilan dapat query database manajemen pengetahuan yang berisi informasi tentang produk.

production & scm

Overview
Tujuan dari production planning adalah untuk membuat penjadwalan produksi yang ekonomis dan efisien. Ada 3 metode umum yang digunakan dalam produksi:
  1. Make-to-stock items: produksi yang dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan stok di gudang dalam rangka mengantisipasi jika ada pemesanan sewaktu-waktu
  2. Make-to-order items: produksi yang dilakukan untuk memenuhi pesanan dari pelanggan
  3. Assemble-to-order items: produksi yang menggabungkan proses dari make-to-stock dan make-to-order
Proses yang ada di dalam Production Planning adalah:
1)     Sales Forecasting
Sales forecasting adalah proses peramalan penjualan yang dibuat oleh bagian Marketing berdasarkan data histori penjualan yang tersimpan di modul Sales and Distribution. Untuk di Fitter Snacker sendiri, forecasting dibuat dari data penjualan di tahun sebelumnya yang dikombinasikan dengan target keuntungan yang diambil dari modul Controlling. Output dari proses ini adalah sebuah peramalan penjualan secara aggregat batau keseluruhan untuk beberapa bulan ke depan.
2)     Sales and Operations Planning
Selanjutnya, setelah sistem SAP ERP menghasilkan sebuah peramalan penjualan, planner dapat melihat hasilnya dalam bentuk grafik. Peramalan ini biasanya dibuat untuk sebuah kelompok produk. Sehingga pada proses ini, data dipisah berdasarkan tipe-tipe produk yang ada di dalam kelompok tersebut.
Output dari proses Sales and Operations Planning ini adalah sebuah perencanaan produksi yang didesain untuk menyeimbangkan permintaan pasar dengan kapasitas produk, berupa sebuah Stock/Requirement List untuk setiap tipe produk.
3)     Demand Management
Demand Management menghubungkan Sales and Operations Planning dengan proses Detailed Scheduling dan Material Requirements Planning (MRP). Outputnya berupa sebuah Master Production Schedules (MPS).
  1. Detailed Scheduling
Dari perencanaan setiap tipe produk yang masih berinterval bulanan tadi, didetailkan lagi menjadi sebuah perancanaan produksi harian. Perencanaan didetailkan berdasarkan kapasitas mesin dan tenaga kerja yang tersedia. Fitter Snacker sendiri menggunakan sistem repetitive manufacturing dimana jika produksi sebuah produk selesai akan berpindah pada produk lain yang mirip.
  1. Material Requirement Planning (MRP)
Pada proses ini, dibuat daftar bahan baku yang diperlukan untuk proses produksi. Dari data tersebut dibuatlah rencana pemesanan bahan baku serta requested delivery dates-nya. Pada daftar tersebut terdapat 3 jenis status untuk material/bahan baku yaitu: Planned orders, Purchase requisitions, dan Purchase order.
Daftar perencanaan yang dihasilkan oleh MRP akan digunakan oleh bagian Purchasing untuk menentukan supplier mana yang akan digunakan. Jika sudah fix, maka dibuat sebuah purchase order yang dikirimkan ke supplier melalui fax ataupun internet.
Kemudian supplier akan mengirimkan material/bahan baku pada tanggal yang telah disepakati dan akan diterima oleh pihak Production. Lalu setelah semua tersedia, dilakukan proses manufaktur dari bahan baku hingga menjadi sebuah produk jadi.

fungsi dan proses bisnis


Enterprise Resource Planning
01
Business Functions and Business Processes
Pendahuluan
Enterprise Resource Planning (ERP) programs: Core software yang digunakan oleh perusahaan untuk mengkoordinasikan informasi dalam setiap wilayah bisnisnya
Membantu mengelola proses bisnis perusahaan secara luas
Menggunakan database umum dan berbagi perangkat manajemen pelaporan
Business process: Kumpulan aktivitas yang menggunakan sejumlah input dan membuat output yang merupakan keuntungan bagi customer.
Software ERP mendukung proses operasi bisnis yang efisien dengan mengintegrasikan hasil pekerjaan bisnis yang berhubungan dengan sales, marketing, manufacturing, logistics, accounting, dan staffing
Functional Areas dan Business Processes
Untuk memahami ERP, kita harus memahami bagaimana bisnis bekerja
Bidang operasi fungsional (Functional areas of operation)
Proses bisnis (Business processes)
Functional Areas of Operation
Marketing and Sales (M/S)
Supply Chain Management (SCM)
Accounting and Finance (A/F)
Human Resources (HR)
Business functions: Aktivitas spesifik pada bidang operasi fungsional.
Functional Areas of Operation (cont’d.)
Functional Areas of Operation (cont’d.)
Bidang Fungsional bersifat interdependensi
Setiap bidang fungsional membutuhkan data dari bidang fungsional yang lain.
Integrasi yang lebih baik dari bidang fungsional mengarah pada peningkatan komunikasi, alur kerja, dan keberhasilan perusahaan.
Information system (IS): termasuk komputer, orang, prosedur, dan perangkat lunak yang menyimpan, mengatur, dan memberikan informasi.
Proses Bisnis (Business Processes)
Kumpulan aktivitas yang membutuhkan satu atau lebih jenis input dan membuat output yang bernilai bagi customer
Pelanggan bisa pelanggan tradisional eksternal (orang yang membeli produk jadi), atau pelanggan internal (seperti seorang rekan di departemen lain).
Perlu diketahui bahwa dalam hal proses bisnis, membantu manajer untuk memandang organisasi mereka dari perspektif pelanggan
Business Processes (cont’d.)
Business Processes (cont’d.)
Bisnis harus selalu mempertimbangkan sudut pandang pelanggan dalam transaksi
Keberhasilan interaksi pelanggan
Pelanggan (baik internal maupun eksternal) tidak perlu berinteraksi dengan setiap fungsi bisnis yang terlibat dalam proses
Keberhasilan manajer bisnis melihat operasi bisnis dari perspektif pelanggan yang puas
Sharing data secara efektif dan efisien diantara dan di dalam bidang fungsional menyebabkan proses bisnis lebih efisien.
Integrated information systems: Sistem di mana bidang fungsional berbagi data
Business Processes (cont’d.)
Business Processes (cont’d.)
Bisnis mengambil input (sumber daya) dan mengubah masukan-masukan menjadi barang dan jasa untuk pelanggan
Input: Material, orang, peralatan
Mengelola input dan proses bisnis secara efektif memerlukan informasi yang akurat dan up-to-date
Misalnya,
Bagian sales mencatat pesanan pelanggan, bagian produksi menjadwal proses pembuatan produk.
Karyawan logistik menjadwal dan melakukan pengiriman produk.
Jika bahan baku diperlukan bagian produksi untuk membuat produk, maka produksi meminta bagian pembelian (purchasing) untuk mengatur pembelian dan pengiriman.
Dalam hal ini, logistik menerima bahan, memastikan kondisi dan melaporkan ke accounting sehingga vendor dapat dibayar, kemudian memberikan bahan untuk diproduksi.
Selama proses tersebut, accounting menyimpan transaksi yang terjadi.
Functional Areas dan Business Processes pada bisnis berskala kecil
Contoh: Sebuah industri minuman ringan
Amatilah proses bisnis industri minuman ringan
Lihat bagaimana koordinasi bidang fungsional yang membantu mencapai proses bisnis yang efektif dan efisien.
Perhatikan bagaimana integrasi sistem informasi meningkatkan bisnisnya.
Marketing and Sales
Functions of Marketing and Sales
Mengembangkan produk
Menentukan harga
Mempromosikan produk ke customer
Menangani pesanan customer
Membantu membuat prediksi penjualan (sales forecasts)
Pekerjaan Marketing and Sales untuk industri minuman ringan
Recordkeeping formal tidak diperlukan
Perlu memantau pelanggan
Pengembangan produk dapat dilakukan secara informal
Pelanggan tetap yang baik dipungut biaya pembelian-sampai titik tertentu (diskon)
Catatan harus memperlihatkan berapa banyak setiap pelanggan berutang dan kreditnya yang tersedia.
Supply Chain Management
Functions dalam Supply Chain Management
Pembuatan minuman/produk (manufacturing/production)
Membeli bahan baku (purchasing)
Produksi mem-planning kebutuhan prediksi sales dari bidang fungsional M/S
Sales forecasts: Analisis yang mencoba untuk memprediksi penjualan masa depan produk
Rencana produksi digunakan untuk membuat kebutuhan bahan baku dan pengemasan
Bahan baku: botol spring water, lemon segar, pemanis buatan, gula mentah
Pengemasan: kardus, sedotan, isolasi
SCM and M/S harus memilih sebuah resep untuk setiap produk minuman yang dijual
Accounting and Finance
Functions dalam Accounting and Finance
Pencatatan data mentah mengenai transaksi (termasuk penjualan), pembelian bahan baku, gaji, dan penerimaan kas dari pelanggan
Data mentah (Raw data): Angka yang dikumpulkan dari operasi tersebut, tanpa manipulasi, perhitungan, atau pengaturan penyajian.
Data dari Accounting/Finance digunakan oleh Marketing/Sales dan Supply Chain Management
Data from Accounting and Finance used by Marketing and Sales and Supply Chain Management
Catatan penjualan merupakan komponen penting dari prediksi penjualan
Prediksi penjualan digunakan dalam membuat keputusan kepegawaian dan perencanaan produksi
Catatan dari piutang digunakan untuk memantau semua kebijakan pemberian-kredit industri.
Human Resources
Fungsional Human Resources
Merekrut, melatih, mengevaluasi, dan menggaji karyawan
HR menggunakan prediksi penjualan yang dikembangkan oleh masing-masing departemen untuk merencanakan kebutuhan personil.
Seorang pekerja part-time mungkin diperlukan pada jam atau hari sibuk yang diperkirakan. Berapa besar gaji yang harus dibayarkan ke pekerja tersebut ?, Itu tergantung pada kondisi pasar kerja yang berlaku, dan itu adalah tugas HR untuk memantau kondisi tersebut.
Sistem terintegrasi yang menggunakan perangkat lunak ERP menyediakan fasilitas berbagi data yang diperlukan antara area fungsional.
Functional Area Information Systems
Input dan output potensial untuk setiap area fungsional dijelaskan berikutnya
Perhatikan jenis data yang dibutuhkan oleh setiap daerah dan bagaimana orang menggunakan data
Sistem informasi memelihara hubungan antara semua bidang fungsional dan proses
Marketing and Sales
Membutuhkan informasi dari semua bidang fungsional lainnya
Pelanggan mengkomunikasikan pesanan kepada M/S secara langsung atau melalui telepon, fax, e-mail, web, dll
M/S berperan dalam menentukan harga produk
Harga dapat ditentukan berdasarkan biaya unit produk, ditambah beberapa markup
Membutuhkan informasi dari Accounting and Finance, dan data Supply Chain Management
Marketing and Sales (cont’d.)
M/S perlu berinteraksi dengan Human Resources untuk bertukar informasi mengenai kebutuhan perekrutan, persyaratan calon pegawai, dll.
Inputs M/S
Data pelanggan (Customer data)
Data pesanan (Order data)
Trend data penjualan (Sales trend data)
Harga per unit (Per-unit cost)
Kebijakan biaya pengiriman perusahaan (Travel expense company policy)
Outputs for M/S
Strategi penjualan (Sales strategies)
Harga produk (Product pricing)
Kebutuhan pegawai (Employment needs)
Supply Chain Management
Membutuhkan informasi dari berbagai bidang fungsional
Rencana produksi berdasarkan informasi tentang penjualan produk (aktual dan proyeksi) yang berasal dari Marketing dan Sales
Dengan data yang akurat mengenai tingkat produksi yang diperlukan:
Bahan baku dan kemasan dapat dipesan sesuai kebutuhan
Tingkat persediaan dapat tetap rendah, menghemat biaya.
Data dan catatan Supply Chain Management :
Menyediakan data yang dibutuhkan oleh Accounting and Finance untuk menentukan berapa banyak dari setiap sumber daya yang digunakan
Mendukung fungsi M / S dengan menyediakan informasi tentang apa yang telah diproduksi dan dikirim
Supply Chain Management berinteraksi dengan beberapa cara dengan Human Resources
Supply Chain Management (cont’d.)
Inputs SCM
Data penjualan produk (Product sales data)
Rencana produksi (Production plans)
Level persediaan (Inventory levels)
Kebijakan pemberhentian dan pemanggilan perusahaan (Layoff and recall company policy)
Outputs SCM
Pesananbahan baku (Raw material orders)
Kemasan pesanan (Packaging orders)
Data pembelanjaan sumber daya (Resource expenditure data)
Laporan produksi dan persediaan (Production and inventory reports)
Informasi perekrutan pegawai (Hiring information)
Accounting and Finance
Membutuhkan informasi dari semua bidang fungsional lainnya
Personil A/F:
Mencatat transaksi perusahaan dalam pembukuan
Mencatat hutang ketika bahan baku dibeli dan arus kas keluar ketika mereka membayar untuk bahan
Meringkas data transaksi untuk mempersiapkan laporan tentang posisi keuangan perusahaan dan profitabilitas
Orang-orang di bidang fungsional lainnya menyediakan data untuk A/F
M/S menyediakan data penjualan
SCM menyediakan data produksi dan persediaan
HR menyediakan data penggajian dan biaya upah
Personil M/S memerlukan data dari A/F untuk mengevaluasi kredit pelanggan
Accounting and Finance (cont’d.)
Inputs A/F
Pembayaran dari customer (Payments from customers)
Data piutang (Accounts receivable data)
Data hutang (Accounts payable data)
Data penjualan (Sales data)
Data produksi dan persediaan (Production and inventory data)
Data gaji dan belanja (Payroll and expense data)
Outputs for A/F
Pembayaran ke supplyer (Payments to suppliers)
Laporan keuangan (Financial reports)
Data kredit customer (Customer credit data)
Human Resources
HR perlu informasi dari departemen lain
Tugas yang berkaitan dengan perekrutan karyawan, manfaat, pelatihan, dan kewajiban ke pemerintah semua tanggung jawab HR
HR perlu perkiraan yang akurat mengenai kebutuhan personil dari semua unit fungsional
HR perlu mengetahui keterampilan apa yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tertentu dan seberapa besar perusahaan mampu membayar karyawan
Human Resources (cont’d.)
Mengamati peraturan pemerintah dalam hal : merekrut, gaji, pelatihan, promosi, dan memberhentikan karyawan
Inputs HR
Prediksi personil (Personnel forecasts)
Data keterampilan (Skills data)
Outputs HR
Peraturan pemenuhan (Regulation compliance)
Pelatihan dan sertifikasi karyawan (Employee training and certification)
Database keterampilan (Skills database)
Evaluasi dan kompensasi karyawan (Employee evaluation and compensation)
Human Resources (cont’d.)
Sejumlah data besar yang dikelola oleh bidang fungsional juga di-share di antara bidang fungsional
Ketepatan waktu dan akurasi data ini penting bagi keberhasilan setiap bidang tersebut dan kemampuan perusahaan untuk membuat keuntungan dan menghasilkan pertumbuhan di masa depan
Software ERP memungkinkan semua bidang fungsional berbagi database umum
Memungkinkan informasi yang akurat, real-time akan tersedia.
Summary
Bidang fungsional dasar: Marketing and Sales, Supply Chain Management, Accounting and Finance, dan Human Resources
Marketing and sales: men-set harga produk, mempromosikan produk melalui iklan dan pemasaran, menangani pesanan pelanggan, men-support pelanggan, dan membuat prediksi penjualan
Supply Chain Management: Mengembangkan rencana produksi, order bahan baku dari supplier, menerima bahan baku, memproduksi produk, memelihara fasilitas kerja, dan mengirim produk kepada pelanggan.
Accounting and Finance: Keuangan akuntansi untuk menyediakan ringkasan data operasional dalam laporan manajerial, rekening pengendalian, perencanaan dan penganggaran, dan manajemen cash-flow
Summary (cont’d.)
Human Resources: Merekrut, menyewa, melatih, dan menggaji karyawan, menjamin kesesuaian dengan peraturan pemerintah, dan membawahi evaluasi karyawan.
Sistem informasi meng-capture, memproses, dan menyimpan data untuk memberikan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan.
Karyawan yang bekerja di satu bidang fungsional membutuhkan data dari karyawan di bidang fungsional lainnya
Sistem informasi bidang fungsional harus diintegrasikan, sehingga data yang dibai bersama menjadi akurat dan tepat waktu
Manajer harus memikirkan proses bisnis yang mengintegrasikan bidang fungsional
Perlu berbagi informasi diantara fungsi dan bidang fungsional
Software ERP menyediakan kemampuan ini melalui database yang umum tunggal.
ANY QUESTIONS ?