BAB 2
Teknologi Informasi Sebagai Keunggulan Kompetitif
Delapan Elemen Lingkungan
Lingkungan suatu perusahaan tidak persis sama dengan lingkungan perusahaan yang lain.
Sebuah bank memiliki lingkungan yang berbeda dari sebuah lingkungan toko alat-alat olah
raga atau yang lainnya, misalnya. Namun, kita dapat melihat sejumlah kesamaan dari
keragamaan ini dengan mengidentifikasi delapan jenis elemen utama yang ada dalam
lingkungan semua perusahaan. elemen-elemen lingkungan ini adalah organisasi atau
individu yang berada di luar perusahaan dan memiliki pengaruh langsung atau tidak
langsung pada perusahaan. Delapan elemen ini berada dalam lingkungan yang luas, yang
disebut masyarakat.
Pemasok meyediakan material, mesin, jasa dan informasi yang digunakan oleh perusahaan
untuk memproduksi barang dan jasanya.barang dan jasa ini dipasarkan kepada para
pelanggan perusahaan, yang mencangkup pemakaian saat ini dan calon pemakai. Sertifikat
buruh adalah organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tenaga kerja tidak terampil.
Masyarakat keuangan terdiri dari lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber daya uang
yang tersedia bagi perusahaan contohnya meliputi bank dan lembaga peminjam lainnya,
serta perusahaan-perusahaan investasi, pemegang saham atau pemilik adalah orang-orang
yang menanamkan modal di perusahaan dan mewakili tingkat manajemen tertinggi. Pesaing
mencangkup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan di pasaran. Pemerintah,
pada tingkat pusat, daerah dan local memberikan kendala-kendala dalam bentuk undangundang
dan peraturan tetapi juga memberikan bantuan dalam pembelian, informasi dan
dana. Masyarakat global adalah wilayah geografis tempat perusahaan melaksanakan
oprasinya. Perusahaan menunjukan yanggung jawabnya pada masyarakat global dengan
memperhatikan lingkungan alam, menyediakan produk dan jasa yang meningkatkan kualitas
hidup serta beroprasi scara efisien.
Arus sumber daya lingkungan
Perusahaan dihubungkan dengan elemen-elemen sumber daya ini melalui arus sumber
daya. Sumber daya mencangkup orang, material, mesin, uang dan informasi. Sumberdaya
mengalir kepada perusahaan dari elemen-elemen, melewati perusahaan dan kembali lagi
kepada elemen-elemen. Semua sumber daya yang akan masuk ke dalam perusahaan akan
kembali lagi kepada lingkungannya.
Tidak semua sumber daya mengalir antara perusahaan dengan semua elemen lingkungan.
Contohnya mesin biasanya tidak mengalir dari perusahaan kepada pemegang saham, uang
tidak boleh mengalir kepada pesaing, dan material tidak boleh mengalir kepada serikat
buruh. Satu-satunya sumber daya yang menghubungkan perusahaan dengan semua elemen
tersebut adalah informasi.
Keunggulan Kompetitif
Istilah yang berkaitan dengan lingkungan yang muncul selama akhir 1989-an adalah
keunggulan kompetitif (competitive advantage).
Keunggulan kompetitif mengacu kepada para pengguna informasi untuk mendapatkan
leverage di pasaran. Dengan cara perusahaan tidak harus sepenuhnya mengandalkan
sumberdaya fisik yang lebih unggul saat terlibat dalam persaingan. Sebaliknya sumber daya
konseptual yang unggul – data dan informasi dapat digunakan sama baiknya. Manajer
perusahaan menggunakan sumber daya konseptual maupun sumberdaya fisik untuk
mencapai tujuan strategis perusahaan.
Ada tiga pokok penting mengenai keunggulan kompetitif dari beberapa macam contoh
perusahaan :
1.Tidak ada satu perusahaan yang puas hanya mengandalkan sumber daya fisik mereka
untuk menjadi pesaing yang tangguh.
2.Tidak ada aplikasi computer inovatif yang memberikan keunggulan kompetitif yang terus
menerus bagi perusahaan pemakaiannya. Tiap kali para pesaing segera menetapkan system
yang serupa, sehingga mengurangi bahkan menghilangkan keunggulan yang telah dimiliki.
3. Perusahaan memusatkan sumberdaya informasi mereka pada pelanggan mereka. Ini
merupakan pendorong awal dari strategi keunggulan kompetitif.
Pandangan luas tentang keunggulan kompetitif suatu cara untuk mencapai nilai maksimum
dari penggunaan informasi sebagai sumber daya kompetitif, perusahaan harus membangun
sistem informasi antar-organisasi atau IOS ( interorganizational information system ) yang
menyediakan hubungan dengan seluruh delapan elemen lingkungan. Suatu perusahaan juga
dapat memanfaatkan electronic data interchange (EDI) yang memungkinkan pengiriman.
Apa Sajakah Sumber Daya Informasi ?
Sejumlah usaha awal dalam manajemen informasi terfokus kepada data. Usaha tersebut
sejalan dengan meluasnya penggunaan system manajemen database (database
management system) atau DBMS, selama tahun 1970-an dan 1980-an. Perusahaan
beralasan bahwa mereka mengelola data mereka dengan menerapkan DBMS yang
berdasarkan computer, mereka berarti juga mengelola informasi mereka.
Namun telah timbul pandangan lainnya yaitu pandangan bahwa anda dapat mengelola
informasi dengan mengelola sumber daya yang menghasilkan informasi. Dengan kata lain
anda berkonsentrasi pada input (data) dan output (informasi), perhatian seharusnya juga di
berikan pada penggolongan informasi (information processor) yang menggubah input
menjadi output.
Jenis – jenis sumber daya informasi
Sumber daya informasi terdiri dari :
• Perangkat keras computer
• Perangkat lunak computer
• Para spesialis informasi
• Pemakai
• Fasilitas
• Database
• Informasi
Siapa yang Mengelola Sumber Daya Informasi ?
Chief information officer
Istilah CEO ( Chief executive officer ) telah lama dikenal dalam kosakata bisnis; orang tahu
bahwa CEO adalah orang yang memiliki pengaruh paling kuat dalam oprasi perusahaan, dan
umumnya memiliki jabatan direktur utama atau dewan direksi.
Chief information officer (CIO), adalah manajer jasa informasi yang menumbangkan keahlian
manajerialnya tidak hanya untuk memecahkan masalah uang berkaitan dengan sumber
daya informasi tetapi juga area oprasi perusahaan lainnya.
Perencanaan strategis
Perencanaan jangka panjang disebut juga perencanaan strategis karena mengidentifikasikan
tujuan-tujuan yang akan memberikan perusahaan posisi yang paling menguntungkan dalam
lingkungannya, serta menentukan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Setelah rencana strategis untuk perusahaan ditetapkan, tiap area fungsional bertanggung
jawab untuk mengembangkan rencana strategis mereka sendiri. Rencana-rencana
fungsional merinci bagaimana area-area tersebut akan mendukung perusahaan bekerja
menuju tujuan strategisnya.
Suatu pendekatan bagi perencanaan strategis fungsional adalah tiap area menetapkan
rencananya sendiri scara independen dari yang lain. Namun, pendekatan ini tidak menjamin
bahwa area-area tersebut akan bekerja sama sebagai subsistem yang terpadu. menunjukan
bagai mana semua area harus bekerja sama dalam proses perencanaan strategis mereka.
Trasformasi Kumpulan Strategi
Saat jasa informasi mulai mengembangkan rencana-rencana strategis, pendekatan yang
dianjurkan adalah mendasarkan rencana tersebut sepenuhnya pada tujuan strategis
perusahaan, yang di beri istilah kumpulan strategi organisasi (organizational strategy set).
Kumpulan strategi SIM (MIS Strategy set) dan terdiri dari sejumlah tujuan, kendala, dan
strategi. Pendekatan ini, yang dinamakan transformasi kumpulan strategi.
Pendekata SPIR
Solusi untuk masalah tidak memadahinya sumber daya informasi (strategic planning for
information resources) atau SPIR. Saat perusahaan menetapkan SPIR, rencana strategis
untuk jasa informasi dan rencana strategis perusahaan untuk jasa informasi dan rencana
strategis untuk perusahaan dikembangkan scara bersamaan.
End User Computing Sebagai Masalah Strategis
Pemakai akhir tingkat menu, sebagai pemakai akhir tidak mampu menciptakan prangkat
lunak mereka sendiri, tetapi dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi (prewritten
software).
Pemakai akhir tingkat perintah, sebagai tingkat akhir memiliki kemampuan menggunakan
perangkat lunak jadi yang lebih dari sekedar memilih menu.
Pemakaian tingkat programmer, sebagai pemakai akhir dapat menggunakan bahasa-bahasa
pemrograman seperti BASIC, Visual basic dll, serta mengembangkan program-program yang
di butuhkan sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri.
Personil pendukung fungsional, di sejumlah perusahaan, para spesialin informasi adalah
anggota dari unit-unit fungsional dan bukannya unit jasa informasi. Personil pendukung dan
bukannya unit jasa informasi.
Manfaat end user computing
- Pemindahan beban kerja
- Kesenjangan komunikasi
Resiko end user computing
- System yang buruk sasarannya
- System yang buruk rancangannya dan dokumentasinya
- Penggunaan sumber daya informasi tidak efisien
- Hilangnya integritas data
- Hilangnya keamanan
Menggunakan Teknologi Informasi untuk Keunggulan Kompetitif
Menggunakan Teknologi Informasi untuk Keunggulan Kompetitif
Perusahaan Dalam Lingkungan
System fisik perushaan adalah system lingkaran tertutup dalam arti dikendalikan
manajemen, menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuantujuannya
tercapai. Perusahaan juga merupakan suatu system terbuka, dalam arti
berhubungan dengan lingkungannya. Perusahaan mengambil sumber daya dari
lingkungannya mengubah sumber daya tersebut menjadi barang dan jasa, dan
mengembalikan sumber daya yang telah diubah itu kepada lingkungannya. Lingkungan
sangat penting bagi perusahaan. Lingkungan adalah alasan utama keberadaan perusahaan.
Delapan Elemen Lingkungan
Elemen-elemen lingkungan ini adalah organisasi atau individu yang berada di luar
perusahaan dan memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung perusahaan. Delapan
elemen ini berada dalam system yang lebih luas, yang disebut masyarakat.
· Pemasok, menyediakan material, mesin, jasa, dan informasi yang digunakan oleh
perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa.
· Pelanggan, yang mencakup pemakai saat ini dan calon pemakai
· Serikat pekerja, organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tenaga kerja tidak terampil
· Masayarakat keuangan, terdiri dari lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber daya
uang yang tersedia bagi perusahaan.
· Pemegang saham atau pemilik, adalah orang-orang yang menanamkan modal di
perusahaan dan mewakili tinkat manajemen tertinggi.
· Pesaing, mencakup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan pasar.
· Pemerintah, oada tingkt pusat, daerah, local, memberikan kendala-kendal dalam bentuk
undang-undang dan peraturan, tetapi juga memberikan bantuan dalam bentuk pembelian,
informasi dan dana.
· Masyarakat global, adalah wilayah geografis tempat perusahaan melaksanakan
operasinya.
Keunggulan kompetitif
Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui banyak cara seperti menyediakan barang dan
jasa dengan harga yang murah, menyediakan barang dan jasa yang lebih baik dari pesaing,
dan memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu.
· Rantai nilai porter
Pusat teori porter adalah konsep margin. Marjin adalah nilai produk dan jasa perusahaan
seperti yang diyakini oleh pelanggan perusahaan itu, dikurangi biayanya. Perusahaan
menciptakan nilai yang diliput porter dengan aktivitas nilai , antara lain aktifitas nilai utama
dan aktivitas nilai pendukung.
· System nilai
Kaitan rantai nilai beberapa perusahaan disebut system nilai. System nilai yang pertama
membuat sumber daya input tersedia saat dibutuhkan. Kedua, mengaitkan rantai nilainya
dengan rantai nilai para anggota saluran distribusinya.
Chief information officer
Istilah ini memiliki pengertian suatu peran yang seharusnya dilaksanakan oleh manager jasa
informasi tingkat puncak. Seorang manager jasa informasi dapat berperan sebagai chief
information officer dengan mengikuti saran berikiut.
· Sediakan waktu untuk bisnin dan pelatihan bisnis. Pelajari bisnisnya, bukan hanya
teknologinya.
· Membangun kemitraan dengan unit-unit bisnis untuk manajemen lini.
· Fokuskan pada perbaikan proses dasar bisnis.
· Jelaskan biaya-biaya IS dalam istilah-istilah bisnis.
· Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan.
· Jangan bersifat defensive.
Pendekatan SPIR
Solusi untuk masalah tidak memadainya sumber daya informasi adalah perencanaan
strategis sumber daya informasi (strategic planning for information resources),atau
SPIR.ketika perusahaan menerapkan SPIR rencana strategis untuk jasa informasi dan
perusahaan dikembangkan secara bersamaan. Rencan itu harus menjelaskan ,pertama
tujuan tujuan yang akan dicapai oleh tiap subsistem CBIS selama periode yang tercakup
dalam jangka waktu perencanaan, dan yang kedua sumber daya informasi yang dibutuhkan
untuk mencapai tujuan tersebut.
End-user computing sebagai masalah strategis
Pemakai terakhir dikelompokan menjadi empat golongan berdasarkan kemampuan
computer mereka.
· Pemakai akhir tingkat menu, sebagian pemakai terakhir tidak mampu menciptakan
perangkat lunak mereka sendiri, tetapi dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi
(prewritten) dengan menggunakan menu-menu seperti yang ditampilkan oleh perangkat
lunak berbasis windows dan mac.
· Pemakai akhir tingkat perintah, sebagian pemakai terakhir memiliki kemampuan
menggunakan perangkat lunak yang lebih dari sekedar memilih menu. Para pemakian akhir
ini dapat menggunakan bahasa perintah dari perangkat lunak untuk melaksanakan operasi
aritmatika dan logika pada data.
· Pemakai akhir tingkat programmer, sebagian pemakai akhir dapat menggunakan bahasa
bahasa pemograman seperti BASIC, atau C++, dan mereka dapat mengembangkan programprogram
yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka sendiri.
· Personil pendukung fungsional, ini adalah spesialis informasi dalam arti sesungguhnya,
tetapi mereka berdedikasi pada area pemakai tertentu dan melapor paada manager
fungsional mereka.
Jenis –Jenis Aplikasi Pemakai Akhir
Sejauh ini, EUC telah memberi dampak pada berbagai subsistem utama CBIS dalam tinngkat
yang beragam. Sebagian besar aplikasi end-user computer telah dibatasi pada:
· System pendukung keputusan (DSS) yang relative mudah
· Aplikasi kantor virtual yang memenuhi kebutuhan perseorangan
Sebaliknya adalah tanggung jawab spesialis informasi untuk bekerja sama dengan pemakai
dalam mengembangkan:
· Aplikasi SIM dan SIA
· DSS yang rumit
· Aplikasi kantor virtual yang memenuhi kebutuhan organisasional
· System berbasis pengetahuan
Selama keragaman dalam dampak EUC berlanjut, yang memang seharusnya akan selalu ada
kebutuhan akan spesialis nformasi
Manfaat end-user computing
· Menyeimbangkan kemampuan dan tantangan, pemindahan beban kerja dari
pengembangan system ke area pemakai membebaskan para spesialis untuk berkonsentrasi
pada system yang rumit dan berlingkup organisasi. Para spesialis ini juga dapat
mencurahkan lebih banyak waktu untuk memelihara system yang ada.
· Mengurangi kesenjangan komunikasi, pamakai memahami bidang permasalahan dengan
lebih baik dari pada teknologi computer. sebaliknya, spesialis adalah pakar dalam teknlogi
tetapi tidak menguasai bidang permasalahan. Dengan membiarkan pemakai
mengembangkan aplikasi mereka sendiri, tidak ada kesenjangan komunikasi karena tidak
diperlukan komunikasi. Demikian pula, ketika pemakai mengembangkan sebagian system
mereka, kesenjangan ini berkurang.
Risiko end-user computing
· System yang buruk sasarannya, pemakai akhir mungkin menggunakan computer untuk
aplikasi yang seharusnya dilakukan dengan cara lain, misalnya secara manual.
· System yang buruk rancangan dan dokumnetasinya, pemakai akhir, walau memliki
penghetahuan yang tinggi tentang computer, tidak dapat menandingi profesionalisme
spesialis informasi dalam hal merancang sitem. Selain itu, karena keteresaan dalam
menjalankan system, pemakai akhir cenderung mengabaikan perlunya mendokumentasikan
rancangan mereka supaya system itu dapat dipelihara.
· Penggunaan sumber daya informasi yang tidak efisien, apabila tidak ada pengendalian
terpusat atas perolehan perangakat keras dan perangkat lunak, perusahaan akhirnya dapat
memiliki perangkat keras yang tidak kompatibel dan perangkat lunak yang berlebihan.
· Hilangnya intergritas data, pemakai akhir mungkin kurang berhati-hati dalam memasukan
data ke dalam database perusahaan. Pemakai lain mungkin menggunakan data yang salah,
namun mengira bahwa data tersebut tidak tepat . hasilnya adalah output yang
terkontaminasi yang dapat menyebabkam manajer membuat keputusan yang keliru.
· Hilangnya keamanan, dengan cara yang sama, pemakai akhir mungkin tidak melindungi
data dan perangkat lunaknya.
· Hilangnya pengendalian, para pemakai mengembangkan system untuk memenuhi
kebutuhan mereka sendiri tanpa menyesuaikan pada rencana yang memastikan dukungan
computer bagi perusahaan.
Elemen-elemen IRM yang diperlukan
Agar perusahaan sepenuhnya dapat mencapai IRM perlu ada serangkaian kondisi
tertentu,kondisi itu meliputi:
· Kesadaran bahwa keuungulan kompetitif dapat dicapai melalui sumber daya informasi
yang unggul. Para eksekutif perusahaan dan manjer lain yang terlibat dalam perencanaan
strategis memahami bahwa perusahaan dapat mencapai keunggulan atas pesaingnya
dengan mengelola arus informasi.
· Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu bidang fungsional utama. Struktur
organisasi mencerminkan bahwa jasa informasi sama pentingnya dengan bidang fungsional
utama lainnya, seperti keuangan dam pemasaran.
· Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak. CIO member kontribusi, jika
memungkinkan, pada pemcahan masalah yang mempengaruhi seluruh operasi perusahaan,
bukan hanya operasi jasa informasi. Kesadaran ini paling mudah ditunjukan dengan
menyertakan CIO dalam komite eksekutif.
· Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan ketika membuat perencanaan
strategis. Ketika para eksekutif terlibat dalam perencanaan strategis perusahaan, mereka
memperhatikan sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan strategis.
· Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi. Terdapat rencana formal untuk
memperoleh dan mengelola sumber daya informasi. Sumber daya itu harus mencakup yang
berada pada area pemakai maupun jasa informasi.
· Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing. Rencan strategis sumber
daya informasi membahas cara membuat sumber daya informasi tersedia bagi para pemakai
akhir, sambil tetap mempertahankan pengendalian atas sumber daya tersebut.
Model IRM
· Lingkungan perusahaan, delapan elemen lingkungan memberikan latar belakang untuk
mencapai keunggulan kompetitif.para eksekutif menyadari perlunya mengelola arus sumber
daya sebagai cara memenuhi sejumlah kebutuhan elemen-elemen lingkungan dalam pasar
yang kompetitif.
· Eksekutif perusahaan, CIO disertakan dalam kelompok eksekutif yang mmengarahkan
perusahaan mencapai tujuannya. Salah satu aktivitas kunci kelompok ini adalah
perencanaan strategis.
· Bidang fungsional, jasa informasi disertakan sebagai suatu bidang fungsional utama, dan
setiap bidang bersama-sam mengembangkan rencana -rencana strategis yang mendukung
rencana strategis perusahaan. Salah satu dari rencana fungsional ini adalah rencana
strategis sumber daya informasi, yang dipersiapkan ileh jasa informasi bekerja sama dengan
bidang fungsional lain.
· Sumber daya informasi, rencan strategis sumber daya informasi menggambarkan
bagaimana sumber daya informasi diperoleh dan dikelola.sebagian sumber daya ini
dipusatkan dakam jasa informasi, dan sebagian didistribusikan di seluruh perusahaan dalam
area pemakai
Teknologi Informasi Sebagai Keunggulan Kompetitif
Delapan Elemen Lingkungan
Lingkungan suatu perusahaan tidak persis sama dengan lingkungan perusahaan yang lain.
Sebuah bank memiliki lingkungan yang berbeda dari sebuah lingkungan toko alat-alat olah
raga atau yang lainnya, misalnya. Namun, kita dapat melihat sejumlah kesamaan dari
keragamaan ini dengan mengidentifikasi delapan jenis elemen utama yang ada dalam
lingkungan semua perusahaan. elemen-elemen lingkungan ini adalah organisasi atau
individu yang berada di luar perusahaan dan memiliki pengaruh langsung atau tidak
langsung pada perusahaan. Delapan elemen ini berada dalam lingkungan yang luas, yang
disebut masyarakat.
Pemasok meyediakan material, mesin, jasa dan informasi yang digunakan oleh perusahaan
untuk memproduksi barang dan jasanya.barang dan jasa ini dipasarkan kepada para
pelanggan perusahaan, yang mencangkup pemakaian saat ini dan calon pemakai. Sertifikat
buruh adalah organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tenaga kerja tidak terampil.
Masyarakat keuangan terdiri dari lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber daya uang
yang tersedia bagi perusahaan contohnya meliputi bank dan lembaga peminjam lainnya,
serta perusahaan-perusahaan investasi, pemegang saham atau pemilik adalah orang-orang
yang menanamkan modal di perusahaan dan mewakili tingkat manajemen tertinggi. Pesaing
mencangkup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan di pasaran. Pemerintah,
pada tingkat pusat, daerah dan local memberikan kendala-kendala dalam bentuk undangundang
dan peraturan tetapi juga memberikan bantuan dalam pembelian, informasi dan
dana. Masyarakat global adalah wilayah geografis tempat perusahaan melaksanakan
oprasinya. Perusahaan menunjukan yanggung jawabnya pada masyarakat global dengan
memperhatikan lingkungan alam, menyediakan produk dan jasa yang meningkatkan kualitas
hidup serta beroprasi scara efisien.
Arus sumber daya lingkungan
Perusahaan dihubungkan dengan elemen-elemen sumber daya ini melalui arus sumber
daya. Sumber daya mencangkup orang, material, mesin, uang dan informasi. Sumberdaya
mengalir kepada perusahaan dari elemen-elemen, melewati perusahaan dan kembali lagi
kepada elemen-elemen. Semua sumber daya yang akan masuk ke dalam perusahaan akan
kembali lagi kepada lingkungannya.
Tidak semua sumber daya mengalir antara perusahaan dengan semua elemen lingkungan.
Contohnya mesin biasanya tidak mengalir dari perusahaan kepada pemegang saham, uang
tidak boleh mengalir kepada pesaing, dan material tidak boleh mengalir kepada serikat
buruh. Satu-satunya sumber daya yang menghubungkan perusahaan dengan semua elemen
tersebut adalah informasi.
Keunggulan Kompetitif
Istilah yang berkaitan dengan lingkungan yang muncul selama akhir 1989-an adalah
keunggulan kompetitif (competitive advantage).
Keunggulan kompetitif mengacu kepada para pengguna informasi untuk mendapatkan
leverage di pasaran. Dengan cara perusahaan tidak harus sepenuhnya mengandalkan
sumberdaya fisik yang lebih unggul saat terlibat dalam persaingan. Sebaliknya sumber daya
konseptual yang unggul – data dan informasi dapat digunakan sama baiknya. Manajer
perusahaan menggunakan sumber daya konseptual maupun sumberdaya fisik untuk
mencapai tujuan strategis perusahaan.
Ada tiga pokok penting mengenai keunggulan kompetitif dari beberapa macam contoh
perusahaan :
1.Tidak ada satu perusahaan yang puas hanya mengandalkan sumber daya fisik mereka
untuk menjadi pesaing yang tangguh.
2.Tidak ada aplikasi computer inovatif yang memberikan keunggulan kompetitif yang terus
menerus bagi perusahaan pemakaiannya. Tiap kali para pesaing segera menetapkan system
yang serupa, sehingga mengurangi bahkan menghilangkan keunggulan yang telah dimiliki.
3. Perusahaan memusatkan sumberdaya informasi mereka pada pelanggan mereka. Ini
merupakan pendorong awal dari strategi keunggulan kompetitif.
Pandangan luas tentang keunggulan kompetitif suatu cara untuk mencapai nilai maksimum
dari penggunaan informasi sebagai sumber daya kompetitif, perusahaan harus membangun
sistem informasi antar-organisasi atau IOS ( interorganizational information system ) yang
menyediakan hubungan dengan seluruh delapan elemen lingkungan. Suatu perusahaan juga
dapat memanfaatkan electronic data interchange (EDI) yang memungkinkan pengiriman.
Apa Sajakah Sumber Daya Informasi ?
Sejumlah usaha awal dalam manajemen informasi terfokus kepada data. Usaha tersebut
sejalan dengan meluasnya penggunaan system manajemen database (database
management system) atau DBMS, selama tahun 1970-an dan 1980-an. Perusahaan
beralasan bahwa mereka mengelola data mereka dengan menerapkan DBMS yang
berdasarkan computer, mereka berarti juga mengelola informasi mereka.
Namun telah timbul pandangan lainnya yaitu pandangan bahwa anda dapat mengelola
informasi dengan mengelola sumber daya yang menghasilkan informasi. Dengan kata lain
anda berkonsentrasi pada input (data) dan output (informasi), perhatian seharusnya juga di
berikan pada penggolongan informasi (information processor) yang menggubah input
menjadi output.
Jenis – jenis sumber daya informasi
Sumber daya informasi terdiri dari :
• Perangkat keras computer
• Perangkat lunak computer
• Para spesialis informasi
• Pemakai
• Fasilitas
• Database
• Informasi
Siapa yang Mengelola Sumber Daya Informasi ?
Chief information officer
Istilah CEO ( Chief executive officer ) telah lama dikenal dalam kosakata bisnis; orang tahu
bahwa CEO adalah orang yang memiliki pengaruh paling kuat dalam oprasi perusahaan, dan
umumnya memiliki jabatan direktur utama atau dewan direksi.
Chief information officer (CIO), adalah manajer jasa informasi yang menumbangkan keahlian
manajerialnya tidak hanya untuk memecahkan masalah uang berkaitan dengan sumber
daya informasi tetapi juga area oprasi perusahaan lainnya.
Perencanaan strategis
Perencanaan jangka panjang disebut juga perencanaan strategis karena mengidentifikasikan
tujuan-tujuan yang akan memberikan perusahaan posisi yang paling menguntungkan dalam
lingkungannya, serta menentukan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Setelah rencana strategis untuk perusahaan ditetapkan, tiap area fungsional bertanggung
jawab untuk mengembangkan rencana strategis mereka sendiri. Rencana-rencana
fungsional merinci bagaimana area-area tersebut akan mendukung perusahaan bekerja
menuju tujuan strategisnya.
Suatu pendekatan bagi perencanaan strategis fungsional adalah tiap area menetapkan
rencananya sendiri scara independen dari yang lain. Namun, pendekatan ini tidak menjamin
bahwa area-area tersebut akan bekerja sama sebagai subsistem yang terpadu. menunjukan
bagai mana semua area harus bekerja sama dalam proses perencanaan strategis mereka.
Trasformasi Kumpulan Strategi
Saat jasa informasi mulai mengembangkan rencana-rencana strategis, pendekatan yang
dianjurkan adalah mendasarkan rencana tersebut sepenuhnya pada tujuan strategis
perusahaan, yang di beri istilah kumpulan strategi organisasi (organizational strategy set).
Kumpulan strategi SIM (MIS Strategy set) dan terdiri dari sejumlah tujuan, kendala, dan
strategi. Pendekatan ini, yang dinamakan transformasi kumpulan strategi.
Pendekata SPIR
Solusi untuk masalah tidak memadahinya sumber daya informasi (strategic planning for
information resources) atau SPIR. Saat perusahaan menetapkan SPIR, rencana strategis
untuk jasa informasi dan rencana strategis perusahaan untuk jasa informasi dan rencana
strategis untuk perusahaan dikembangkan scara bersamaan.
End User Computing Sebagai Masalah Strategis
Pemakai akhir tingkat menu, sebagai pemakai akhir tidak mampu menciptakan prangkat
lunak mereka sendiri, tetapi dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi (prewritten
software).
Pemakai akhir tingkat perintah, sebagai tingkat akhir memiliki kemampuan menggunakan
perangkat lunak jadi yang lebih dari sekedar memilih menu.
Pemakaian tingkat programmer, sebagai pemakai akhir dapat menggunakan bahasa-bahasa
pemrograman seperti BASIC, Visual basic dll, serta mengembangkan program-program yang
di butuhkan sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri.
Personil pendukung fungsional, di sejumlah perusahaan, para spesialin informasi adalah
anggota dari unit-unit fungsional dan bukannya unit jasa informasi. Personil pendukung dan
bukannya unit jasa informasi.
Manfaat end user computing
- Pemindahan beban kerja
- Kesenjangan komunikasi
Resiko end user computing
- System yang buruk sasarannya
- System yang buruk rancangannya dan dokumentasinya
- Penggunaan sumber daya informasi tidak efisien
- Hilangnya integritas data
- Hilangnya keamanan
Menggunakan Teknologi Informasi untuk Keunggulan Kompetitif
Menggunakan Teknologi Informasi untuk Keunggulan Kompetitif
Perusahaan Dalam Lingkungan
System fisik perushaan adalah system lingkaran tertutup dalam arti dikendalikan
manajemen, menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuantujuannya
tercapai. Perusahaan juga merupakan suatu system terbuka, dalam arti
berhubungan dengan lingkungannya. Perusahaan mengambil sumber daya dari
lingkungannya mengubah sumber daya tersebut menjadi barang dan jasa, dan
mengembalikan sumber daya yang telah diubah itu kepada lingkungannya. Lingkungan
sangat penting bagi perusahaan. Lingkungan adalah alasan utama keberadaan perusahaan.
Delapan Elemen Lingkungan
Elemen-elemen lingkungan ini adalah organisasi atau individu yang berada di luar
perusahaan dan memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung perusahaan. Delapan
elemen ini berada dalam system yang lebih luas, yang disebut masyarakat.
· Pemasok, menyediakan material, mesin, jasa, dan informasi yang digunakan oleh
perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa.
· Pelanggan, yang mencakup pemakai saat ini dan calon pemakai
· Serikat pekerja, organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tenaga kerja tidak terampil
· Masayarakat keuangan, terdiri dari lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber daya
uang yang tersedia bagi perusahaan.
· Pemegang saham atau pemilik, adalah orang-orang yang menanamkan modal di
perusahaan dan mewakili tinkat manajemen tertinggi.
· Pesaing, mencakup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan pasar.
· Pemerintah, oada tingkt pusat, daerah, local, memberikan kendala-kendal dalam bentuk
undang-undang dan peraturan, tetapi juga memberikan bantuan dalam bentuk pembelian,
informasi dan dana.
· Masyarakat global, adalah wilayah geografis tempat perusahaan melaksanakan
operasinya.
Keunggulan kompetitif
Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui banyak cara seperti menyediakan barang dan
jasa dengan harga yang murah, menyediakan barang dan jasa yang lebih baik dari pesaing,
dan memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu.
· Rantai nilai porter
Pusat teori porter adalah konsep margin. Marjin adalah nilai produk dan jasa perusahaan
seperti yang diyakini oleh pelanggan perusahaan itu, dikurangi biayanya. Perusahaan
menciptakan nilai yang diliput porter dengan aktivitas nilai , antara lain aktifitas nilai utama
dan aktivitas nilai pendukung.
· System nilai
Kaitan rantai nilai beberapa perusahaan disebut system nilai. System nilai yang pertama
membuat sumber daya input tersedia saat dibutuhkan. Kedua, mengaitkan rantai nilainya
dengan rantai nilai para anggota saluran distribusinya.
Chief information officer
Istilah ini memiliki pengertian suatu peran yang seharusnya dilaksanakan oleh manager jasa
informasi tingkat puncak. Seorang manager jasa informasi dapat berperan sebagai chief
information officer dengan mengikuti saran berikiut.
· Sediakan waktu untuk bisnin dan pelatihan bisnis. Pelajari bisnisnya, bukan hanya
teknologinya.
· Membangun kemitraan dengan unit-unit bisnis untuk manajemen lini.
· Fokuskan pada perbaikan proses dasar bisnis.
· Jelaskan biaya-biaya IS dalam istilah-istilah bisnis.
· Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan.
· Jangan bersifat defensive.
Pendekatan SPIR
Solusi untuk masalah tidak memadainya sumber daya informasi adalah perencanaan
strategis sumber daya informasi (strategic planning for information resources),atau
SPIR.ketika perusahaan menerapkan SPIR rencana strategis untuk jasa informasi dan
perusahaan dikembangkan secara bersamaan. Rencan itu harus menjelaskan ,pertama
tujuan tujuan yang akan dicapai oleh tiap subsistem CBIS selama periode yang tercakup
dalam jangka waktu perencanaan, dan yang kedua sumber daya informasi yang dibutuhkan
untuk mencapai tujuan tersebut.
End-user computing sebagai masalah strategis
Pemakai terakhir dikelompokan menjadi empat golongan berdasarkan kemampuan
computer mereka.
· Pemakai akhir tingkat menu, sebagian pemakai terakhir tidak mampu menciptakan
perangkat lunak mereka sendiri, tetapi dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi
(prewritten) dengan menggunakan menu-menu seperti yang ditampilkan oleh perangkat
lunak berbasis windows dan mac.
· Pemakai akhir tingkat perintah, sebagian pemakai terakhir memiliki kemampuan
menggunakan perangkat lunak yang lebih dari sekedar memilih menu. Para pemakian akhir
ini dapat menggunakan bahasa perintah dari perangkat lunak untuk melaksanakan operasi
aritmatika dan logika pada data.
· Pemakai akhir tingkat programmer, sebagian pemakai akhir dapat menggunakan bahasa
bahasa pemograman seperti BASIC, atau C++, dan mereka dapat mengembangkan programprogram
yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka sendiri.
· Personil pendukung fungsional, ini adalah spesialis informasi dalam arti sesungguhnya,
tetapi mereka berdedikasi pada area pemakai tertentu dan melapor paada manager
fungsional mereka.
Jenis –Jenis Aplikasi Pemakai Akhir
Sejauh ini, EUC telah memberi dampak pada berbagai subsistem utama CBIS dalam tinngkat
yang beragam. Sebagian besar aplikasi end-user computer telah dibatasi pada:
· System pendukung keputusan (DSS) yang relative mudah
· Aplikasi kantor virtual yang memenuhi kebutuhan perseorangan
Sebaliknya adalah tanggung jawab spesialis informasi untuk bekerja sama dengan pemakai
dalam mengembangkan:
· Aplikasi SIM dan SIA
· DSS yang rumit
· Aplikasi kantor virtual yang memenuhi kebutuhan organisasional
· System berbasis pengetahuan
Selama keragaman dalam dampak EUC berlanjut, yang memang seharusnya akan selalu ada
kebutuhan akan spesialis nformasi
Manfaat end-user computing
· Menyeimbangkan kemampuan dan tantangan, pemindahan beban kerja dari
pengembangan system ke area pemakai membebaskan para spesialis untuk berkonsentrasi
pada system yang rumit dan berlingkup organisasi. Para spesialis ini juga dapat
mencurahkan lebih banyak waktu untuk memelihara system yang ada.
· Mengurangi kesenjangan komunikasi, pamakai memahami bidang permasalahan dengan
lebih baik dari pada teknologi computer. sebaliknya, spesialis adalah pakar dalam teknlogi
tetapi tidak menguasai bidang permasalahan. Dengan membiarkan pemakai
mengembangkan aplikasi mereka sendiri, tidak ada kesenjangan komunikasi karena tidak
diperlukan komunikasi. Demikian pula, ketika pemakai mengembangkan sebagian system
mereka, kesenjangan ini berkurang.
Risiko end-user computing
· System yang buruk sasarannya, pemakai akhir mungkin menggunakan computer untuk
aplikasi yang seharusnya dilakukan dengan cara lain, misalnya secara manual.
· System yang buruk rancangan dan dokumnetasinya, pemakai akhir, walau memliki
penghetahuan yang tinggi tentang computer, tidak dapat menandingi profesionalisme
spesialis informasi dalam hal merancang sitem. Selain itu, karena keteresaan dalam
menjalankan system, pemakai akhir cenderung mengabaikan perlunya mendokumentasikan
rancangan mereka supaya system itu dapat dipelihara.
· Penggunaan sumber daya informasi yang tidak efisien, apabila tidak ada pengendalian
terpusat atas perolehan perangakat keras dan perangkat lunak, perusahaan akhirnya dapat
memiliki perangkat keras yang tidak kompatibel dan perangkat lunak yang berlebihan.
· Hilangnya intergritas data, pemakai akhir mungkin kurang berhati-hati dalam memasukan
data ke dalam database perusahaan. Pemakai lain mungkin menggunakan data yang salah,
namun mengira bahwa data tersebut tidak tepat . hasilnya adalah output yang
terkontaminasi yang dapat menyebabkam manajer membuat keputusan yang keliru.
· Hilangnya keamanan, dengan cara yang sama, pemakai akhir mungkin tidak melindungi
data dan perangkat lunaknya.
· Hilangnya pengendalian, para pemakai mengembangkan system untuk memenuhi
kebutuhan mereka sendiri tanpa menyesuaikan pada rencana yang memastikan dukungan
computer bagi perusahaan.
Elemen-elemen IRM yang diperlukan
Agar perusahaan sepenuhnya dapat mencapai IRM perlu ada serangkaian kondisi
tertentu,kondisi itu meliputi:
· Kesadaran bahwa keuungulan kompetitif dapat dicapai melalui sumber daya informasi
yang unggul. Para eksekutif perusahaan dan manjer lain yang terlibat dalam perencanaan
strategis memahami bahwa perusahaan dapat mencapai keunggulan atas pesaingnya
dengan mengelola arus informasi.
· Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu bidang fungsional utama. Struktur
organisasi mencerminkan bahwa jasa informasi sama pentingnya dengan bidang fungsional
utama lainnya, seperti keuangan dam pemasaran.
· Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak. CIO member kontribusi, jika
memungkinkan, pada pemcahan masalah yang mempengaruhi seluruh operasi perusahaan,
bukan hanya operasi jasa informasi. Kesadaran ini paling mudah ditunjukan dengan
menyertakan CIO dalam komite eksekutif.
· Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan ketika membuat perencanaan
strategis. Ketika para eksekutif terlibat dalam perencanaan strategis perusahaan, mereka
memperhatikan sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan strategis.
· Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi. Terdapat rencana formal untuk
memperoleh dan mengelola sumber daya informasi. Sumber daya itu harus mencakup yang
berada pada area pemakai maupun jasa informasi.
· Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing. Rencan strategis sumber
daya informasi membahas cara membuat sumber daya informasi tersedia bagi para pemakai
akhir, sambil tetap mempertahankan pengendalian atas sumber daya tersebut.
Model IRM
· Lingkungan perusahaan, delapan elemen lingkungan memberikan latar belakang untuk
mencapai keunggulan kompetitif.para eksekutif menyadari perlunya mengelola arus sumber
daya sebagai cara memenuhi sejumlah kebutuhan elemen-elemen lingkungan dalam pasar
yang kompetitif.
· Eksekutif perusahaan, CIO disertakan dalam kelompok eksekutif yang mmengarahkan
perusahaan mencapai tujuannya. Salah satu aktivitas kunci kelompok ini adalah
perencanaan strategis.
· Bidang fungsional, jasa informasi disertakan sebagai suatu bidang fungsional utama, dan
setiap bidang bersama-sam mengembangkan rencana -rencana strategis yang mendukung
rencana strategis perusahaan. Salah satu dari rencana fungsional ini adalah rencana
strategis sumber daya informasi, yang dipersiapkan ileh jasa informasi bekerja sama dengan
bidang fungsional lain.
· Sumber daya informasi, rencan strategis sumber daya informasi menggambarkan
bagaimana sumber daya informasi diperoleh dan dikelola.sebagian sumber daya ini
dipusatkan dakam jasa informasi, dan sebagian didistribusikan di seluruh perusahaan dalam
area pemakai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar