PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 1
PERENCANAAN AGREGAT
Agregate Planning (AP)
A Arti penting perencanaan agregat
Perencanaan produksi merupakan kegiatan yang sangat penting dari seluruh kegiatan
produksi suatu perusahaan. Untuk perusahaan yang memproduksi banyak item produk,
maka perencanaan akan menjadi lebih rumit. Untuk itu dibuat suatu perencanaan
produksi aggregate. Dalam berproduksi perusahaan memiliki tujuan-tujuan yang ingin
dicapai, dimana tujuan-tujuan tersebut sering tidak sejalan antara satu dengan lainnya.
Oleh karena itu perlu dibuat suatu perencanaan produksi yang dapat
mengakomodasikan tujuan-tujuan tersebut dengan baik. Model goal programming dapat
digunakan untuk membuat rencana produksi aggregate yang mengakomodasi lebih dari
satu tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Peramalan permintaan produk
merupakan input untuk perencanaan produksi aggregate. Dari perencanaan aggregate
kemudian dilanjutkan ke rencana bahan baku
Pertanyaan untuk PERUSAHAAN ROTI :
a. Kesuksesan produksi tergantung kepada???
b. Cara memasarkan bagaimana???
c. Kesuksesan produk tergantung pada apa??
Bagaimana dengan PERUSAHAAN BIMBEL?
a. Kesuksesan produksi tergantung kepada???
b. Cara memasarkan bagaimana???
c. Kesuksesan produk tergantung pada apa??
Perencanaan Agregat (Agregate Planning)
Aggregate Planning (AP) adalah suatu aktivitas operasional untuk menentukan jumlah
dan waktu produksi pada waktu dimasa yang akan datang.AP juga didefinisikan sebagai
usaha untuk menyamakan antara supply dan demand dari suatu produk atau jasa
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 2
dengan jalan menentukan jumlah dan waktu input, transformasi, dan output yang tepat.
Dimana keputusan AP dibuat untuk produksi, staffing, inventory, dan backorder level.
Disebut juga penjadwalan agregat (Scheduling agregate) yang merupakan penentuan
kuantitas dan waktu produksi pada jangka menengah, biasanya antara 3 hingga 18
bulan ke depan.
Jumlah yang produksi tergantung :
a. Tingkat tenaga kerja
b. Tingkat persediaan
c. Pekerja lembur dan
d. Sub-kontrak.
Tujuan
Tujuan dari AP adalah untuk meminimasi biaya akhir pada periode perencanaan dengan
mengatur : Production rates, Labor levels, Inventory levels, Overtime work,
Subcontracting, dan variabel yang terkontrol lainnya. Bisa dikatakan bahwa tujuan AP
pada dasarnya adalah membangkitkan (generate) suatu rencana produksi dalam
tingkatan top level production plans
Tujuan perencanaan agregat lebih spssifik adalah :
- memperkecil biaya pada periode perencanaan.
Hasil dari AP adalah tercapainya suatu rencana produksi yang menggunakan sumber
daya organisasi secara efektif untuk memenuhi demand yang telah diperkirakan.
Dalam perusahaan manufaktur, AP dihubungkan dengan strategi tujuan suatu
perencanaan untuk individual product (Master production Schedule / MPS).Sedangkan
pada perusahaan service / jasa. AP terkait dengan strategi untuk menghasilkan suatu
penjadwalan tenaga kerja yang terperinci.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 3
Dasar Proses Aggregate Planning
Dasar analisis dalam AP adalah hasil ramalan permintaan produk (Forecast) dan target
produksi perusahaan.Hasil ramalan permintaan merupakan input utama dalam proses
AP. Selain peramalan, semua input untuk permintaan produk juga harus dimasukkan
dalam proses AP, misalnya pesanan-pesanan aktual yang telah dijanjikan, kebutuhan
persediaan gudang, dan penyesuaian tingkat persediaan.
Target produksi ditentukan oleh top level business plan yang memperhatikan kapasitas
& kapabilitas perusahaan.
Keterlibatan manajemen puncak sangat diperlukan pada tahap perencanaan produksi,
khususnya perencanaan mengenai penentuan pabrikasi, pemasaran, dan
keuangannnya.
AP dikembangkan untuk merencanakan kebutuhan produksi bulanan atau triwulanan
bagi kelompok-kelompok produk sebagaimana yang telah diperkirakan dalam
peramalan permintaan.
Analisis dalam proses AP dilakukan dalam kelompok produk (product family) dengan
unit agregat, disamping itu proses AP juga melibatkan pemilihan srategi manufaktur
Dalam suatu ruang lingkup yang lebih luas lagi, peran AP adalah sebagai interface
antara perusahaan atau sistem manufaktur dan pasar produknya.
Hal yang diperlukan untuk perencanaan agregat :
- Menyamakan ukuran untuk produksi (produk banyak jenisnya)..
- Prediksi permintaan.
Proses Perencanaan :
- Perencanaan jangka panjang kemudian didistribusikan menjadi permintaan
jangka menengah dan akhirnya didistribusikan menjadi permintaan pendek.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 4
- Keputusan penjadwalan (Scheduling decision) adalah : membuat perencanaan
yang dapat menyesuaiakan produksi terhadap perubahan permintaan.
- Tanggung jawab terhadap perencanaan tersebut sebagai berikut :
o Eksekutif Puncak :
Rencana jangka panjang (lebih dari 1 tahun)
Penelitian dan pengembangan
Rencana produk baru.
Penanaman Modal
Lokasi perluasan usaha
o Manajer Operasi : (3 hingga 18 bulan)
Perencanaan penjualan
Perencanaan produksi dan anggaran
Penentuan tingkat ketenagakerjaan, persediaan dan subkontrak
Menganalisis rencana operasi
o Manajer Operasi / para penyelia dan mandor : (hingga 3 bulan)
Penugasan pekerjaan
Pemesanan
Penjadwalan kerja
Lembur
Bantuan paruh waktu.
Strategi Aggregate Planning
Secara garis besar ada 4 jenis strategi yang dapat dipilih dalam membuat AP.
1) Capacity options
2) Demand options
3) Pure strategies
4) Mixed strategies
Capacity options
Strategi Capacity Options menggunakan besar kapasitas produksi sebagai pilihan untuk
membuat AP tergantung seberapa besar kapasitas produksi yang diinginkan. Strategi
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 5
Capacity Options dapat dijalankan dengan beberapa metode sebagai berikut :
• Mengubah-ubah tingkat inventory (level production)
• Mengubah-ubah ukuran tenaga kerja: hiring/lay off (chase strategy)
Chase Strategy diartikan juga sebagai suatu strategi perencanaan dalam AP dengan
jalan melakukan penyesuaian kapasitas terhadap demand; perencanaan output untuk
suatu periode dibuat sesuai dengan permintaan yang diperkirakan pada periode
tersebut.
• Mengubah-ubah production rate: over time/under time
• Menggunakan part time workers
Demand options
Dengan adanya jumlah permintaan (demand) yang stabil, maka proses perencanaan
produksi akan lebih mudah dilakukan. Perusahaan akan lebih siap dalam menyusun
kebutuhan material dan tenaga kerja yang harus disiapkan untuk memenuhi kapasitas
produksi sesuai dengan demand yang telah ditentukan sebelumnya.
Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk strategi demand options :
• Mempengaruhi demand: advertensi, promosi, personal selling, discount, diskriminasi
harga
• Backordering : Membuat agar pelanggan setuju untuk menunggu pengiriman pesanan
berikutnya jika terjadi kondisi dimana perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan
pelanggan dari persediaan yang ada.
Pure strategy
• Bila yang diubah-ubah hanya satu variabel.
Variabel disini adalah variabel-variabel dalam perencanaan produksi yang bisa dikontrol
dan ditentukan sesuai dengan target produksi yang ditetapkan oleh top level business
plan. Ada beberapa variabel yang dapat kita ubah, yang sering disebut dengan
controllable (decision) variable.
Controllable (decision) variable :
• Inventory
• Production rate
• Manpower
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 6
• Kapasitas: over time/recruitment/layoff (tenaga kerja/work force)
• Subcontract
Mixed strategy
• Melibatkan pengubahan beberapa variabel, misalnya bila pure
strategy tidak feasible. Beberapa kombinasi pengubahan dari beberapa contollable
(decision) variable bisa menghasilkan suatu strategi AP yang terbaik dan feasible untuk
dijalankan.
Relevant cost
Berikut ini beberapa jenis biaya / cost yang berhubungan dengan perencanaan Aggreate
Planning :
• Hiring/layoff cost (biaya penambahan/pemberhentian tenaga kerja)
• Overtime/under time cost (biaya lembur/ongkos menganggur)
• Inventory carrying cost (biaya Persediaan)
• Subcontracting incremental cost (biaya Subkontrak)
• Part time labor cost (biaya kerja paruh waktu)
• Backorder cost (biaya yang terjadi akibat permintaan pelanggan tidak dapat dipenuhi
dari persediaan yang ada dan pelanggan menyetujui untuk menunggu pengiriman
pesanan berikutnya)
• Stock out cost (biaya kekurangan stok/persediaan)
Issues to Consider in Aggregate Planning
Dalam proses pembuatan AP, ada beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan.
Berikut ini adalah beberapa pokok persoalan penting yang perlu dijadikan pertimbangan
dalam merancang suatu AP.
Production Workforce Inventory
Capacity Minimum level Minimum level
Demand Maximum level Maximum level
Material cost Subcontracting Holding cost
Labor cost Overtime
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 7
Overhead
cost
Hiring cost
Service level Firing/layoff costs
Metode Aggregate Planning
Dalam proses AP ada beberapa metode yang bisa digunakan yang diantaranya sebagai
berikut :
1. Trial & Error (Charting/graphical methods)
Pure Strategy
Mixed Strategy
2. Mathematical (optimal) approach:
Simulation
Linear Progamming Model
Transportation Model
Management Coefficient Approach / Empirical Approach.
STRATEGI PERMINTAAN AGREGAT
Hal yang dipertimbangkan:
a. Perlukan persediaan pengaman?
b. Apakah perlu variasi jumlah tenaga kerja?
c. Perlukan pekerja paruh waktu atau lembur
d. Perluka sub-kontraktor
e. Perlukan harga dan faktor lain diubah???
Perencanaan agregat dalam dunia nyata melibatkan banyak trial dan error :
Ada berbagai pilihan startegi :
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 8
1. Pilihan kapasitas:
a. Mengubah tingkat persediaan
b. Meragamkan jumlah tenaga kerja dengan cara mengkaryakan dan
memberhentikan
c. Meragamkan tingkat produksi melalui lembur dan waktu kosong
d. Subkontrak
e. Penggunaan karyawan paruh waktu
2. Pilihan permintaan :
a. Meningkatkan permintaan
b. Tunggakan permintaan selama periode permintaan tinggi
c. Perpaduan produk dan jasa yang conterseasional (pemanas-pendingin)
3. Pilihan campuran :
a. Strategi perburuan : ada penambahan tenaga kerja, lembur,
pemberhentian senmentara atau subkontrak.
b. Strategi bertingkat : produksi stabil dari waktu ke waktu.
METODE PERENCANAAN AGREGAT :
Bulan Perkiraan
permintaan
Jumlah hari kerja
(hari)
Produksi per hari
(perhitungan)
Januari 900 unit 22 hari
Pebruari 700 unit 18
Maret 800 unit 21
April 1.200 unit 21
Mei 1.500 unit 22
Juni 1.100 unit 20
JUMLAH 6.200 unit 124
Data lain yang tersedia :
Biaya penanganan persediaan $ 5 per unit per bulan
Biaya sub kontrak per unit $ 10 per unit
Tingkat upah rata-rata $ 5 per jam ($ 40 per hari)
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 9
Upah lembur rata-rata $ 7 per jam (diatas 8 jam per hari)
Jam kerja untuk menghasilkan 1 unit $ 1, 6 jam per unit
Biaya untuk meningkatkan tingkat produksi harian $ 300 per unit
Biaya untuk menurunkan tingkat produksi harian $ 600 per unit
Rencana 1 : PRODUKSI 50 UNIT PER HARI
Berapa permintaan rata-rata per hari? ... . unit
Tenaga kerja untuk memproduksi 50 unit per hari ? ..... pekerja.
BULAN Produksi
50 unit per hari
Prediksi
permintaan
Perubahan
persediaan
bulanan
Persediaan
akhir
Januari 900 unit
Pebruari 700 unit
Maret 800 unit
April 1.200 unit
Mei 1.500 unit
Juni 1.100 unit
JUMLAH 6.200 unit
Rencana 2 : jumlah karyawan diminimumkan dan sisanya dihitung karyawan paruh
waktu. Produksi per hari minimum = ...38 ....unit
Jumlah karyawan = .............orang
Rencana 3 : Rencana produksi sama dengan permintaan, sisanya rekrut dan PHK?
Rencana 4 : Rencana produksi dengan 8 orang karyawan dan sisanya dipenuhi dengan
lembur?
Contoh : hasil riset tentang perencanaan agregat
PT. Sumbertaman Keramika Industri adalah pabrik keramik yang memproduksi tempat
air, rooster, tempat sabun dan tempat sayur. Salah satu masalah yang cukup rumit
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM. MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 10
dihadapi oleh perusahaan adalah kesulitan dalam menentukan dengan cukup baik
komposisi jumlah dan jenis produk yang harus di proses pada oven, karena kapasitas
oven yang dimiliki hanya dapat menampung 40 kereta dan setiap produk memiliki
dimensi yang berbeda. Untuk itu perlu dibuat perencanaan produksi agregat sehingga
diperoleh komposisi jumlah dan jenis produk yang akan memaksimalkan keuntungan.
Perencanaan produksi agregat di PT. Sumbertaman Keramika Industri diawali dengan
pembuatan model dasar berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dan kendala yang
terdapat pada perusahaan dalam perencanaan produksinya. Model ini kemudian
dimasukkan nilai-nilai parameter yang berkaitan, maka diperoleh model matematis
perencanaan produksi agregat. Model matematis perencanaan produksi agregat ini
diselesaikan dengan paket LP. LINDO. Hasil pengolahan berdasarkan LP. LINDO pada
perencanaan produksi agregat untuk 3 bulan periode perencanaan diketahui jumlah dan
jenis produk yang akan memaksimumkan keuntungan. Bulan Januari 2002 tempat air
15366 unit, rooster 16624 unit, tempat sabun 27891 unit, dan tempat sayur 10151 unit.
Bulan Februari 2002 , tempat air 10295 unit, rooster 19015 unit tempat sabun 31232
unit, dan tempat sayur 10151 unit. Bulan Maret 2002 tempat air 4554 unit, rooster 23626
unit, tempat sabun 47201, dan tempat sayur 14772 unit.
--pr--
raceto mba
BalasHapusLENGKAP, TAPI design blog sangat kurang.
BalasHapusIni bukan blog ya mba sis mas, tp kotretan buat uas hihi makanya ga beraturan begitu
BalasHapus